RADAR JOGJA – Rumah pemotongan hewan (RPH) Segoroyoso, Pleret, Bantul kelebihan beban. Kapasitas RPH hanya sepuluh sampai 12 ekor sapi per hari. Padahal rata-rata penyembelihan di waktu normal sekitar tiga ekor sapi per hari.

Guna memastikan kesiapan RPH Segoroyoso, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul dan DIJ melakukan monitoring sekaligus memastikan penerapan protokol kesehatan.

Helmi menjelaskan, berdasarkan informasi kapasitas penyembelihan di RPH Segoroyoso jauh dari harapan masyarakat. Sehingga, pemkab bersepakat untuk merelokasi RPH ke tempat yang lebih memadai. ”Lokasinya masih di Desa Segoroyoso, tapi luasnya sepuluh kali lipat dari RPH yang saat ini digunakan,” jelas Helmi disela-sela pemantauan kemarin.

Luas RPH saat ini hanya 700 meter persegi. Pihaknya, sudah mendapatkan area relokasi, yang sama dengan luas hampir satu hektar.

Helmi berharap, TPID DIJ yang turut serta dalam monitoring dapat membantu proses percepatan relokasi. Sehingga, pemenuhan penyembelihan yang diharapkan oleh warga dapat dipenuhi. “Kami terus melakukan proses penertiban administrasi, karena akan menggunakan tanah kas desa,” ucapnya.

Dijelaskan, RPH Segoroyoso merupakan satu-satunya RPH di Bantul. ”RPH yang pernah rusak akibat gempa 2006 ini merupakan peninggalan Belanda,” jelasnya.

Sementara Asisten Sekretariat Provinsi DIJ Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana mendukung sepenuhnya rencana relokasi RPH. Dia berharap, dengan tempat yang lebih lega, kapasitas pemotongan hewan akan lebih baik. Penataannya, diharapkan juga lebih sempurna, sehingga Pemkab Bantul bisa memenuhi kebutuhan daging hewan yang lebih sehat. ”Sehingga warga merasa mendapat haknya sebagai konsumen dengan baik,” sebut mantan Kepala Bappeda Bantul itu.

Sementara di Kota Jogja, RPH Giwangan dinyatakan siap untuk penyembelihan hewan kurban. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan kota Jogja, Sugeng Darmanto mengatakan persiapan sudah dilakukan maksimal untuk melayani masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban. “Kami sudah menyiapkan, membersihkan kemudian perbaikan kecil,” ujarnya.

Pihaknya, juga menyiagakan secara penuh petugas-petugas yang akan memantau kegiatan di RPH mulai dari pemotongan sampai ke pendistribusian. Seperti petugas yang menjadi juru sembelih, menggiring sapi atau kambing, maupun petugas yang akan menjadi juru kelet hingga driver untuk mendistribusikan daging. “Kami siapkan  empat mobil untuk mengantarkan daging ke lokasi masing-masing,” ujarnya.

Termasuk juga menyiapkan petugas-petugas yang akan memantau pelaksanaan atau pengawasan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara kurban di 14 kecamatan dan 45 kelurahan. “Sekitar 500-an panitia penyelenggara baru dua yang sudah mengajukan izin menyembelih di luar RPH sesuai dengan layout,” jelasnya. (cr2/wia/bah)