RADAR JOGJA Selama masa pandemi ini, beberapa warga merasa perlu bantuan dalam pemakaman jenazah. Meski bukan jenazah positif korona. Terbukti dengan adanya permintaan pemakaman dari warga terhadap petugas.

Koordinator SAR DIJ Distrik Bantul Bondan Supriyanto menyebut, timnya mendapat enam permintaan pemakaman dari warga bulan ini. Umumnya permintaan datang dari pihak keluarga almarhum. Padahal jenazah yang dimakamkan tidak terpapar Covid-19. “Giat terakhir hari Sabtu (18/7). Almarhum meninggal karena terpeleset di kamar mandi,” sebutnya kepada Radar Jogja, Rabu (20/7).

Meskipun begitu, petugas tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Delapan petugas diturunkan setiap ada permintaan pemakaman. Semuanya wajib mengenakan alat pelindung diri (APD). Semua APD pun dibakar setelah bertugas. “Karena itu persediaan APD kami mulai menipis, baik kantong mayat, lateks, masker, dan hasmat,” ucapnya.

Namun, tim ini hanya dapat membantu sebatas menjemput, mengantar, dan memakamkan jenazah. Dan terbatas dalam lingkup DIJ saja. Sedangkan untuk pemulasaran jenazah, tidak dapat dilakukan. “Kalau untuk mensucikan jenazah, biasanya dilakukan oleh rumah sakit atau tempat pemulasaran,” jelas Bondan, lantas menyebut timnya tidak memungut biaya dalam memberikan bantuan.

Sementara itu, Manager Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Bantul Aka Luk Luk Firmansyah memaparkan, dinasnya masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul. Dalam hal ini, BPBD Bantul merupakan pelaksana perintah dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul.

Sehingga petugas tidak dapat menerima permintaan dari warga untuk membantu pemakaman. “Kami melayani kasus infeksius, jadi bukan permintaan masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Sama dengan Tim SAR DIJ Distrik Bantul, Aka menyebut dinasnya tidak melakukan pemulasaran, karena sudah menjadi tugas rumah sakit. “Tapi jika jenazah meninggal di luar rumah sakit dan dinyatakan infeksius oleh FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama), pemulasarannya dilakukan oleh tim penanganan jenazah non-yankes (pelayanan kesehatan),” jelasnya. (cr2/pra)