RADAR JOGJA – PSSI sudah memastikan akan kembali menggulirkan Liga 1 dan 2 2020. Tapi sejumlah klub di Liga 2 masih mempertanyakan kucuran dana subsidi yang dijanjikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga.

Kondisi finansial ditengah pandemi virus Covid-19 menjadi alasannya. Ada pun jumlah subsidi yang belum dibayarkan yakni medio April-Juni. Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk mengatakan, subsidi sangat penting untuk perputaran keuangan klub. Apalagi, mereka harus membayar gaji para pemain di tengah tak adanya pemasukan karena liga dihentikan sejak Maret lalu. “Kami tentu berharap segera ada kejelasan mengenai subsidi, karena sangat dibutuhkan untuk mengkalkulasikan budget operasional,” ujarnya kepada Radar Jogja, Senin  (19/7)

Selain subsidi, David juga berharap segera ada kepastian jadwal kompetisi, venue, dan regulasi dari federasi. Sebab, hal itu dibutuhkan untuk persiapan teknis tim. “Yang jelas kami masih menunggu kepastian kapannya,” paparnya.

Tak hanya PSIM, manajemen PSMS Medan juga mengeluhkan subsidi yang tak kunjung cair. Saat dikonfirmasi Radar Jogja Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja mengatakan semestinya LIB melunasi subsidi termin ke dua yakni bulan Maret-Mei Rp. 300 juta. Sementara termin ke tiga pada bulan Juni-Agustus nanti Rp. 300 juta. “Tapi LIB kesannya mengelak karena kata lnya sponsor pada kabur dan mereka kesulitan. Padahal semua klub juga pada kesulitan,” ucap pria yang akrab disapa King itu.

Sebelum Liga 2 2020 digulirkan, LIB sepakat memberikan subsidi Rp 1.15 miliar semusim bagi setiap tim yang dicicil per bulan. Namun, akibat pandemi Covid-19 yang merebak di Indonesia menghambat pelunasan subsidi tersebut. (ard/pra)