RADAR JOGJA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Jogja Majiya tak menampik proyek galian barat jembatan Sayidan telah memakan korban. Pihaknya juga berjanji akan memperbaiki papan pemberitahuan proyek galian PDAM. Tujuannya agar tak ada korban baru di kawasan tersebut.

Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan dua warga yang terjerembab ke dalam galian PDAM. Dari perbincangan itu terungkap bahwa penyebab kecelakaan akibat kelalaian pengendara yang melintas di trotoar jalan sisi utara galian PDAM.

“Korban lewat jalan yang tidak semestinya dilewati. Seharusnya lewat selatan, beliau lewat utara atau melalui trotoar. Di depannya ada mobil,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/7).

Saat melintas, korban, lanjutnya, tak bisa mengendalikan sepeda motor. Akibat faktor usia, korban juga tak terlalu pandai mengendalikan sepeda motor. Alhasil kedua korban langsung jatuh ke galian PDAM.

Usai kecelakaan, pihak PDAM Jogja langsung membawa kedua korban ke RS PKU Muhammadiyah. Seluruh biaya rumah sakit ditanggung oleh manajemen PDAM Kota Jogja. Kedua belah pihak telah berkomunikasi atas kejadian tersebut.

“Pengendara sudah sepuh, saat ngerem tidak bisa jaga keseimbangan lalu terperosok ke lubang galian itu. Korban mengakui lalai karena berkendara di sisi yang salah. Setelah selesai korban minta maaf, begitu juga kami,” katanya.

Galian ini merupakan proyek penggantian pipa PDAM. Tak hanya di Sayidan, adapula lokasi proyek di kawasan simpangempat Wirobrajan. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam pekan ini. Selanjutnya adalah tahapan pengetesan pipa.

“Lusa akan dilakukan tes pipa. Jika lancar maka pengerjaan selesai. Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di kawasan galian proyek,” pesannya.

Kepala DPUPKP Kota Jogja Hari Setya Wacana mengaku telah berkoordinasi dengan PDAM Kota Jogja. Dia meminta agar pengawasan terhadap pelaksana proyek maksimal. Tujuannya agar tidak ada keteledoran saat proses perbaikan.
Hari juga meminta pelaksana proyek memasang rambu secara jelas. Dalam artian bisa terlihat oleh pengguna jalan raya. Selain itu berjarak cukup jauh dari lokasi galian proyek tersebut.

“Sudah koordinasi dan PDAM akan menindaklanjuti atas kejadian itu. Kami sarankan rambu yang lebih jelas. Jangan terlalu mepet agar pengguna jalan juga tidak kaget,” katanya.

Tak hanya di jembatan Sayidan, Hari juga meminta pelaksanaan proyek di Wirobrajan lebih diperhatikan. Terlebih kawasan tersebut juga ramai akan arus lalulintas. Tercatat ada dua galian di lokasi tersebut. Tepatnya berada di sisi utara simpangempat Wirobrajan.

“Titik awal di Wirobrajan sampai ke timur di jembatan Sayidan. Kewenangannya PDAM tapi kami koordinasi terus agar segera diselesaikan,” ujarnya. (dwi/tif)