RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan jika sabo dam atau kantong lahar di lereng Gunung Merapi, masih cukup kuat. Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi beberapa waktu lalu mendorong kesiapan infrastruktur yang ada di sekitar Gunung Merapi.

“Sejauh ini bangunan sabo dam masih kokoh. Kondisi masih baik dan masih cukup kuat menahan banjir lahar,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Makwan.

Dilanjutkan, sungai-sungai yang berpusat dari Gunung Merapi sudah diberi penahan tersebut. Sebab, sabo dam dipercaya dapat memecah material-material besar yang disebabkan dari aktivitas Gunung Merapi.

Seperti diketahui, sabo dam yang berada di lereng Gunung Merapi memiliki fungsi untuk menahan banjir lahar dingin. Selain itu, juga menahan material vulkanik yang terbawa dari kaki gunung. Hal itu dimaksudkan agar material-material tersebut tidak sampai ke permukiman warga.

Makwan melanjutkan, sabo dam yang ada di sungai-sungai lereng Gunung Merapi sudah dibangun dengan pondasi melayang. Titik tumpu juga berada di tebing sungai. “Artinya sudah ada perhitungan yang cukup baik untuk menahan material yang terbawa arus,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi kembali meningkat aktivitasnya pada Rabu (15/7). Meski magma belum terlihat ke permukaan, namun masyarakat juga harus tetap hati-hati dan lebih paham situasi.

Makwan terus meminta masyarakat untuk tetap waspada. Khususnya pada aliran di Kali (sungai) Gendol. Pasalnya, banjir lahar dingin sebelumnya ada di kawasan kali tersebut.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kota Jogja Hanik Humaida, aktivitas yang terjadi di Gunung Merapi tersebut masih terbilang wajar. Sehingga, dia berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik tetapi tetap siaga. “Masih wajar, tetapi harus tetap waspada,” jelasnya. (cr1/bah)