RADAR JOGJA – Pariwisata merupakan salah satu unggulan di Jogjakarta. Namun, pariwisata sempat mati suri saat terjadi pandemi virus korona (Covid-19).

Menjelang penerapan new normal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ terus berupaya membangkitkan kembali industri wisata. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memprioritaskan kunjungan destinasi dari wisatawan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengatakan, beberapa destinasi

wisata di Jogjakarta sudah mulai menjalankan simulasi terkait kesiapan wisata jelang era new normal. Simulasi new normal ini merupakan upaya pembukaan kembali destinasi wisata dengan penerapan protokol kesehatan sesuai pencegahan Covid-19.

Protokol yang harus ditaati antara lain wisatawan wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker. Pengunjung juga wajib dalam kondisi sehat dengan dibuktikan pemeriksaan suhu tubuh atau menunjukkan surat keterangan sehat.

Pengelola wisata wajib menjaga kebersihan lokasi wisata. Pengelola mesti melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan menyediakan fasilitas cuci tangan bagi wisatawan.

“Hingga minggu ini, sudah ada lima belas destinasi wisata di Jogjakarta yang sudah menjalankan simulasi,” terang Singgih (16/7).

Dinpar DIJ tak hanya mengupayakan penerapan standar pencegahan Covid-19 untuk destinasi wisata. Menurut Singgih, pihaknya juga sedang berupaya agar kunjungan pariwisata ke Jogjakarta bisa kembali normal.

ā€¯Butuh proses yang cukup panjang mengingat pandemi Covid-19 belum dipastikan kapan bisa berakhir. Kami sendiri juga belum tahu kapan pariwisata di Jogjakarta bisa kembali normal,” terangnya.

Singgih mengaku pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi agar industri pariwisata tetap bisa berjalan di tengah pandemi. Strategi pertama adalah mengubah pola para wisatawan dengan mematuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, destinasi wisata bisa dikunjungi namun tetap aman dari penyebaran virus korona.

Strategi kedua adalah mengubah pola pasar wisatawan. Dinpar akan lebih fokus pada promosi destinasi kepada wisatawan lokal di tengah pandemi ini. Yakni, mendorong masyarakat untuk bersedia mengunjungi destinasi wisata di sekitar tempat tinggalnya.

“Kami sebut dengan pola stay vacation. Yakni, dengan mendorong agar warga Jogja mau berwisata di Jogja,” ujarnya.

Singgih mengungkapkan, pihaknya belum berani menyasar pangsa wisata dari luar daerah. Sebab, penyebaran covid-19 di sebagian daerah masih mengkhawatirkan. Menyasar wisatawan luar daerah dinilai masih sangat berisiko.

“Di sini, kami sangat berhati-hati untuk membuka wisata bagi wisatawan luar daerah. Kami tidak ingin ada penambahan kasus (Covid-19) dari luar DIJ. Untuk sementara kami akan prioritaskan kepada wisatawan lokal terlebih dahulu,” ujar Singgih. (inu/amd)