RADAR JOGJA – Bersepeda dan motor bukan sekadar untuk menyalurkan hobi dan berolahraga. Dengan motor, Singgih juga menjadi lebih mudah untuk mengakses banyak destinasi wisata. Serta bisa bertemu dan berkomunikasi dengan banyak pelaku industri wisata di Jogjakarta.

Memiliki jabatan tinggi di lingkup pemerintahan apalagi seorang kepala dinas pariwisata memang merupakan tanggung jawab yang besar bagi Singgih Raharjo. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu harus banyak memiliki inovasi dalam memberikan program yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Singgih pun tak jarang harus berhadapan dengan jadwal rapat yang padat.

Guna pikirannya tetap jernih dan tidak terkena stres karena beban pekerjaan, Singgih Raharjo kadang menyempatkan waktu untuk kesenangannya. Pria berkacamata ini mengaku suka dengan hobi bersepeda dan menaiki motor.

Singgih, yang juga mantan wakil Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ ini mengaku, setiap seminggu sekali dia selalu menyempatkan sedikit waktunya untuk bersepeda. Itu dia lakukan untuk sejenak menghilangkan penat dan bersosialisasi dengan teman-temannya. “Dengan bersepeda saya bisa bertemu dengan banyak orang, dari yang sebelumnya kaku ketika saling berbicara. Dengan hobi yang sama kita menjadi cair,” ujarnya.

Bersepeda, menurut Singgih juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugarannya di usianya yang sudah tak lagi muda itu. Olahraga bersepeda membuat tubuhnya lebih sehat dan pikirannya menjadi tenang. Singgih sendiri memiliki dua jenis sepeda, yaitu satu sepeda lipat merek Brompton dan satu sepeda balap atau road bike pabrikan Pinarello. “Kalau untuk perjalanan jauh saya menggunakan yang road bike, tapi kalau hanya keliling-keliling saya pakai yang seli (sepeda lipat),” kata Singgih.

Selain bersepeda, Singgih juga senang dengan hobi berkendara sepeda motor. Adapun Yamaha X-Max yang menjadi tunggangan favoritnya. Singgih mengaku, hobi berkendaranya ini kadang juga dia sandingkan dengan kesibukan kantor.  Singgih mengatakan, bahwa dia sering berpergian dengan motor matic 250cc-nya miliknya. Bahkan tak jarang dia pakai untuk mengecek kesiapan destinasi wisata dan bertemu dengan para pelaku wisata di Jogjakarta.(din)

Terbuka kepada Keluarga segala Urusan

Diberi tanggung jawab sebagai kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIJ Singgih Raharjo tentu banyak memiliki kesibukan. Terbuka kepada keluarga, itulah prinsip yang dia ambil agar kehidupan keluarga dan pekerjaan tetap selaras.

Dihubungi Radar Jogja pada Kamis (16/7), Singgih berkenan untuk berbagi cerita tentang bagaimana dia tetap bisa berperan sebagai kepala keluarga sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai kepala dinas pariwisata. Menurutnya, kunci keharmonisan keluarganya adalah dengan komunikasi yang terbuka kepada setiap anggota keluarga.

Singgih mengaku, selalu menyampaikan terkait dengan jadwal tugas ataupun dinas kantor kepada keluarganya. Sehingga, anggota keluarganya pun bisa memahami tentang bagaimana kesibukannya. “Informasi yang sifatnya umum, jadwal tugas kemudian keadaan kantor menurut saya penting saya sampaikan dan ceritakan kepada keluarga,” ujarnya.

Dengan keterbukaan terhadap urusan pekerjaan itu, kata Singgih, hal tersebut juga dapat membuat keluarganya paham tentang kesibukannya. Sehingga dapat memberi pengertian tentang tanggung jawab jabatannya.

Singgih mengatakan, apabila ada kegiatan kantor yang tidak resmi dia tak jarang Singgih turut melibatkan keluarganya. Hal itu dia lakukan, sebagai siasat untuk membagi waktu dengan keluarga di tengah kesibukan kerja.

Selain itu, tiap ada waktu senggang Singgih juga menyempatkan waktu untuk berlibur dengan semua anggota keluarga. Seperti mengunjungi suatu tempat atau hanya melakukan kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. “Intinya, harus pintar-pintar membagi waktu antara urusan dan kantor rumah. Meski sibuk, keluarga harus yang menjadi nomor satu dan diperhatikan,” terang Singgih.(inu/din)