RADAR JOGJA – Sejumlah tokoh mengikuti fit and proper test yang digelar DPC Partai Gerindra Kabupaten Sleman Minggu (19/7).

Tokoh-tokoh yang ikut meramaikan uji kelayakan dan kepatutan di antaranya Sri Muslimatun, Reno Candra Sangaji, Amin Purnomo, Najieb A Gysmar, Kustini Sri Purnomo, Dzit Khaeroni, dan Dani Eko Wiyono.

Saat ditemui di sela acara, Reno Candra Sangaji mengaku berinisiatif mendaftar melalui Partai Gerindra dan mengikuti fit and proper test untuk maju sebagai Bupati Sleman pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

 

Kepala Desa Condongcatur itu menyebut komitmennya dengan Partai yang diketuai Prabowo Subianto untuk mengelola dan membangun Kabupaten Sleman lebih baik lagi.

“Ada kesempatan (koalisi dengan Gerindra, Red) kami melakukan pendekatan guna menyampaikan visi dan misi kepada partai dalam rangka memenangkan Sleman Satu,” katanya, ditemui di Prima SR Hotel & Convention, Jalan Magelang, Tridadi Sleman.

Reno mengatakan batas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati masih sampai bulan September. Sehingga koalisi tetap akan berjalan sangat dinamis dan terarah.

“Kepada warga Sleman, saya yakinkan kepada masyarakat, kita butuh pemimpin baru, spirit baru, semangat baru dalam membangun Sleman yang kita cintai ini lebih baik dan tidak stagnan,” bebernya.

Reno berharap adanya poros ketiga yang terdiri dari koalisi partai untuk menghindari adanya head to head dua kandidat.

Untuk itu adanya poros ketiga harus diwujudkan secara bersama-sama.

“Saya yakin akan terwujud poros ketiga. Karena ada permintaan dari masyarakat sendiri agar Sleman semakin maju, mudah untuk investasi, dan rakyat kecil bisa menikmati riil dari hasil pembangunan yang sudah diwujudkan,” katanya.

Untuk berkoalisi dengan partai lain, Reno menjawab masih dalam pembahasan. Dia menegaskan pihaknya tetap terbuka untuk partai lain.

“Sebab untuk mendapatkan tiket menuju kursi Sleman satu dibutuhkan dua belas kursi, dan itu harus berkoalisi dengan partai lain,” ujarnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Sleman Sukaptana mengatakan, fit and proper test yang dilakukan berjalan dengan baik sesuai protocol Covid-19. Fit and proper test Partai Gerindra diikuti tujuh pendaftar.

“Tahap pertama, pengumpulan formulir sudah dilakukan dan kedua fit and proper test ini,” katanya.

Selanjutnya, semua berkas formulir dan hasil skoring akan disampaikan ke DPD Partai Gerindra DIJ, yang selanjutnya dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Gerindra.

“Semua nanti yang menentukan DPP pusat,” imbuhnya.

Untuk hasilnya, Sukaptana belum bisa menjawab. Dia mengatakan DPP Pusat Gerindra akan memutuskan sesuai pengajuan dengan porsinya masing-masing. 

Sukaptana menambahkan, partainya tetap terbuka dan terus melakukan pendekatan dengan partai lain untuk berkoalisi.

“Kami menyadari Gerindra hanya memiliki 6 kursi sehingga kami tidak bisa berangkat sendiri harus ada koalisi minimal dua partai lagi,” tambahnya. (sky/tif)