RADAR JOGJA –  Jogjakarta mengalami lonjakan 16 kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) per hari ini. Mayoritas memiliki riwayat perjalanan luar Jogjakarta. Tercatat sebagai kasus 420 hingga kasu 435. Sementara untuk akumulasi kasus mencapai 432 kasus. 

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtningsih menuturkan lonjakan kasus akibat beberapa faktor. Pertama, akibat peningkatan jumlah pemeriksaan, baik penelusuran kasus maupun pelaku perjalanan. Terlebih saat ini Puskemas juga mulai melakukan pengambilan specimen uji swab PCR. 

“Konsekuensi dari uji swab massif adalah potensi peningkatan kasus positif. Untuk hari ini ada 1.165 sampel terperiksa dari 952 orang,” jelasnya, Minggu (19/7).

Dari total kasus tersebut beberapa di antaranya memiliki riwayat hubungan keluarga. Seperti kasus 431 dan kasus 432. Identitas masing-masing adalah perempuan berusia 50 tahun dan laki-laki berusia 59 tahun asal Gunungkidul. Keduanya berstatus suami istri dan memiliki riwayat perjalanan dari Semarang Jawa Tengah.

Ada pula kasus 433 dan kasus 434. Identitas masing-masing adalah laki-laki berusia 23 tahun dan perempuan berusia 55 tahun. Keduanya berasal dari Sleman dan memiliki riwayat kontak dengan saudara dari Surabaya Jawa Timur.

“Untuk kasus 433 dan kasus 434 ini belum diketahui apakah ada hubungan darah tapi alamatnya sama. Saat ini masih dilakukan tracing oleh Dinkes wilayah,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga mencatat adanya satu tenaga medis positif, yakni pasien kasus 420, laki-laki berusia 35 tahun asal Sleman. Terkonfirmasi positif saat melakukan screening untuk kepentingan pendidikan.

“Informasi yang kami dapat, pasien ini tengah menjalani pendidikan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit. Total tenaga kesehatan yang positif Covid-19 di Jogjakarta sudah ada 26 kasus,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya 8 kasus sembuh. Total pasien sembuh dari Covid-19 hingga saat ini mencapai 324 kasus. Enam pasien berasal dari Kabupaten Bantul dan dua dari Kabupaten Gunungkidul.

Detil pasien sembuh di antaranya kasus 357, laki-laki berusia 15 tahun. Kasus 356, laki-laki berusia 41 tahun. Kasus 355, laki-laki berusia 67 tahun. Kasus 354, perempuan berusia 17 tahun. Kasus 353, perempuan berusia 56 tahun dan kasus 352, perempuan berusia 59 tahun. Keenamnya berasal dari Kabupaten Bantul.

Dua pasien sembuh yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul adalah pasien kasus 366 dan kasus 333. Identitas masing-masing adalah, kasus 366, pasien laki-laki berusia 49 tahun. Adapula kasus 333, pasien laki-laki berusia 32 tahun.

“Semua pasien sembuh sudah menjalani uji swab dengan hasil dua kali negatif berturut-turut,” katanya.

Lima laporan mortalitas juga turut tercatat hari ini. Satu di antaranya adalah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Tercatat sebagai kasus 425, laki-laki berusia 73 tahun asal Bantul. Akumulasi pasien positif meninggal dunia menjadi 12 kasus. 

Ada pula empat pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pertama adalah laki-laki berusia 68 tahun asal Kota Jogja. Memiliki komorbid diabetes melitus. Lalu laki-laki berusia 57 tahun asal Kota Jogja. Memiliki komorbid hipertensi dan diabetes melitus. Keduanya telah menjalani uji swab.

“Dua pasien lain belum jalani uji swab. Pertama pasien perempuan berusia 73 tahun asal Gunungkidul. Ada komorbid asma. Lalu laki-laki berusia 42 tahun asal Gunungkidul. Ada komorbid diabetes melitus,” ujarnya. (dwi/tif)