RADAR JOGJA – Kompetisi bersepeda Gowes Explore Pacitan (GEP) yang digagas Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji memuaskan hobi para pesepeda di tengah pandemi Covid-19 ini. Belakangan ini banyak pesepeda yang gowes secara bergerombol  berjajar memenuhi badan jalan umum. Nah, kompetisi GEO ini juga bertujuan untuk memberikan contoh bersepeda kepada goweser pemula. 

Mengambil start dari Dusun Puren, Kafe Sembodo, Condongcatur pukul 06.00 dan finish di objek wisata pantai Banyu Tibo, Pacitan. Para peserta dibebaskan memilih jalur dengan daya tempuh 100 kilometer itu. Tujuannya untuk menguji kelayakan sebagai goweser touring. Di akhir lomba mereka akan mendapatkan medali untuk yang finish tepat waktu yakni sekitar pukul 17.30.

Tak hanya warga Jogjakarta, peserta juga datang dari luar kota seperti Bogor, Semarang, Solo, Jakarta, Tangerang, dan kota lainnya. Dibatasi hanya 50 goweser namun tidak ada pembatasan jenis sepeda yang dipakai.

Reno menjelaskan, kompetisi ini untuk memberikan contoh gowes dengan protokol yang benar, baik protokol goweser maupum protokol kesehatan. 

“Bisa memberikan contoh kepada goweser-goweser untuk pemula. Misalnya kalau bersepeda di jalan protokol itu berderet satu-satu dengan jarak dua meter, tidak berjajar sampai tiga orang,” jelasnya, Sabtu (18/7).

Selain itu,peserta wajib memakai helm dan lighting atau penerangan, terlebih acara ini berlangsung sampai sore. Karena melewati tanjakan, jarak masing-masig peserta sejauh dua meter.

Reno berharap kegiatan ini bisa menggairahkan bersepeda dengan protokol yang tertib di tengah pandemi Covid-19. 

“Setelah tiga bulan stay at home, kita memulai new normal dengan kegiatan positif, bersepeda,” ujarnya. (sky/tif)