RADAR JOGJA – Pasar Bantengan, Wonocatur, Banguntapan, Bantul ditutup sementara mulai Kamis (16/7). Menyusul didapati seorang pedagang positif terjangkit virus korona (Covid-19).

Tampak petugas keamanan berjaga di jalan menuju pasar. Akses jalan menuju ke pasar ditutup. Petugas dengan tegas menghalau warga yang nekat masuk ke jalan menuju pasar.

( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Anggota pengurus Pasar Bantengan Sukirno memaparkan, pasarnya menjalani rapid diagnose test (RDT) pada Sabtu (11/7). Total 201 pedagang menjalani RDT, lima di antaranya dinyatakan reaktif. Setelah menjalani swab, ”Salah satunya dinyatakan positif Covid-19,” sebutnya saat ditemui di sekretariat Pasar Bantul saat menunggu petugas penyemprotan disinfektan kemarin.

Sukirno mengungkapkan, pedagang di Pasar Banteng berasal dari berbagai daerah. Jika dihitung, sekitar 25 persen saja yang berasal dari wilayah Banguntapan. Bahkan, terdapat pedagang yang berasal dari luar DIJ seperti wilayah Jawa Tengah. ”Yang kena Covid-19 itu malah dari Pekalongan,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul dokter Sri Wahyu Joko Santosa menyebut, penutupan pasar dilakukan selama tiga hari atau hingga besok (18/7). ”Untuk memberikan waktu agar disinfektan mengendap,” terangnya.

( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Sebenarnya, hanya dibutuhkan hanya waktu 2×24 jam agar cairan disinfektan mengendap. Hanya, pasar membutuhkan waktu yang lebih lama, karena harus mengamankan sayur, buah, dan produk makanan. “Setelah itu bisa melakukan kegiatan kembali,” jelas pejabat yang akrab disapa dokter Oki.

Disebutkan, pedagang tempe Pasar yang positif Covid-19 adalah orang tanpa gejala (OTG). Saat ini, pasien perempuan, 45, tahun itu dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC), Bambanglipuro, Bantul. “Dalam pengendalian penyakit menular, kami tidak memandang KTP. Tapi domisili orang tersebut bertempat tinggal,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Sukrisna Dwi Susanta, mengatakan Pasar Bantengan tidak berada di bawah pengelolaan kantornya. Melainkan di bawah pengelolaan Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKPMD) Bantul. Sehingga dinasnya belum tahu kalau pasar tersebut ditutup.

Penutupan Pasar Bantengan menambah daftar pasar yang ditutup karena warganya dinyatakan positif Covid-19. Penutupan sebelumnya dilakukan di Pasar Sungapan dan Sorobayan pada pekan lalu. Sedangkan bagi Kecamatan Banguntapan, ini menjadi kali ketiga penutupan fasilitas umum. Sebelumnya, di Banguntapan 1 dan Banguntapan 2 salah satu tenaga kesehatan dinyatakan positif Covid-19. (cr2/bah)