RADAR JOGJA – Tanaman obat keluarga (toga) belakangan menjadi tren di kalangan masyarakat. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan ketahanan pangan, hasil panennya dapat dijual dan membantu perekonomian. Potensi ini yang sedang dikembangkan oleh warga Padukuhan Karangmojo, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Melibatkan partisipasi dari 13 RT yang ada, warga berlomba mengembangkan kebun toga. Masing-masing menyediakan lahan untuk ditanami toga. Dukuh Karangmojo Andi Rakhmat Santoso menuturkan, perlombaan kali ini sudah masuk penilaian tahap kedua.

“Penilaian ada tiga tahap, mulai dari masa awal tanam, proses, hingga hasil akhir,” jelasnya di sela kunjungan Wakil Bupati Sleman di kebun toga RT 08, Kamis (16/7).

Andi mengungkapkan, program ini terinspirasi dari daerah-daerah lain yang memiliki lahan toga. Lomba rintisan lahan toga ini memperebutkan uang pembinaan dan piala bergilir selama tiga tahun. Selain itu, diharapkan hasil menan toga dapat berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Nanti kami akan ikut membantu pemasarannya, dan membuatkan produk lokal. Contohnya yang sudah ada seperti minuman sari apel dan sereh,” ujarnya. 

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyambut positif lomba toga antarRT ini. Terlebih isinya tidak hanya tanaman obat tapi juga tamaman sayur dan buah, bahkan kolam ikan. Dia berharap kebun toga semakin dikembangkan di wilayah lain.

“Manfaatnya  bisa dobel, air dari kolam bisa digunakan untuk menyiram tanaman sekaligus sebagai pupuk,” ujarnya. (tif)