RADAR JOGJA – Warga Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman dan Padukuhan Sumbermulyo, Kepek, Kapanewon Wonosari saling curiga satu sama lain mengenai bau di aliran sungai di wilayahnya. Persoalan yang telah lama terjadi tersebut hingga kini belum juga terselesaikan.

Ketua Program Kali Bersih (Prokasih) Siraman, Sukardi mengatakan, mediasi sering kali digelar. Tidak hanya melibatkan dua padukuhan namun sampai ke Muspida Gunungkidul. “Namun hasilnya nihil, karena sumber bau masih kami rasakan antara pukul 10.00 hingga pukul 14.00,” kata Sukardi Rabu (15/7).

Warga Besari ini memastikan, sentra produksi tahu tempe di wilayahnya sudah terkondisikan. Empat pabrik tahu dan dua pabrik tempe di Padukuhan Besari telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Namun hulunya di wilayah (kalurahan) Kepek dekat Pancuran sangat bau karena mereka (pengusaha tahu tempe luar Besari) masih nyuntak (membuang) limbah ke sungai,” ujarnya.

Pihaknya berharap, persoalan ini segera diatasi agar jangan sampai memicu konflik sesama warga. Menurutnya permasalahan sumber bau berlangsung sejak delapan tahun lalu, namun hingga sekarang belum terurai. “Sumber bau di Sungai Pancuran ini juga merusak ekosistem. Dialirkan ke tanaman malah mati, habitat ikan sapu-sapu dan sepat juga terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Dukuh Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Dhoris Setiawan membenarkan wilayahnya memiliki belasan pabrik tahu dan tempe. Akan tetapi dia memastikan limbah yang dikeluhkan warga Besari bukan berasal dari Sumbermulyo. “Pabrik tahu dan tempe di tempat kami sudah memiliki ipal. Kalaupun air dialirkan ke sungai, itu sudah melalui proses penyaringan dan dinyatakan aman oleh pihak terkait,” kata Dhoris Setiawan.

Bahkan, terkait dengan IPAL pihaknya mengklaim rutin melakukan pengecekan bersama dengan pihak terkait. Karena ingin mengedepankan kerukunan bersama, sebagai tokoh masyarakat dia siap bekerjasama menuntaskan persoalan.

“Lebih adil, dicari titik pencemaran sepanjang sungai Pancuran sampai sekitar pasar Wonosari,” ucapnya. (gun)