RADAR JOGJA – Jihad Rahmawan tak pernah membayangkan dapat melanjutkan studinya ke Jepang. Lulusan Prodi Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2020 ini meraih Beasiswa Master dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu pengetahuan, dan Teknologi Jepang (Monbukagakusho). Pemuda pegiat robotik ini akan melanjutkan studi S2 di Faculty of Software and Information Science, Iwate Prefectural University, Jepang.

“Saya dulu memilih kuliah di UAD karena terkenal memiliki tim robot yang hebat, yakni Robotic Development Community (RDC). Apalagi sejak SMK saya memang hobi dunia teknik elektronika. Selain itu, saya termotivasi sebab di keluarga besar saya, belum ada yang lulus sarjana. Saya ingin membuat bangga orang tua,” ungkap Jihad dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).

Setelah meminta doa kepada orang tua, selanjutnya dia niatkan dan bulatkan tekad untuk kuliah. Jihad berprinsip, seorang sarjana bukan hanya pandai dengan mata kuliah yang diberikan di kelas saja atau hard skills, namun juga kegiatan kampus lainnya selain kuliah.

Jihad menuturkan, sejak kuliah S1 semester satu dia lolos rekrutmen tim robot UAD dan sering diminta membantu kegiatan riset dan penelitian oleh dosen. Setiap kesempatan yang datang, menjadi  momen untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan akademisnya di bidang robotik.

“Semester 4, saya diamanahkan menjadi ketua proyek penelitian oleh dosen. Saat itulah skill engineering saya terasah, dari penelitian hingga membuat paper internasional,” jelasnya.

Dosen Prodi Teknik Elektro UAD Anton Yudhana menyampaikan, pada semester akhir pihaknya mendorong Jihad untuk mengambil kesempatan beasiswa S2 di Iwate, Jepang. Salah satu syarat untuk pengajuan beasiswa yakni bukti prestasi dan berbagai macam sertifikat saat kuliah. 

“Setelah melewati seleksi yang ketat akhirnya Jihad lolos dengan nilai IPK dan berbagai macam syarat pendukung tadi,” bebernya.

Dosen Prodi Teknik Elektro UAD Nuryono Satya Widodo berpesan, mental dan nilai seorang sarjana tidak terbentuk dengan tugas, tapi melalui tempaan dan berbaur bersama orang lain dalam kegiatan yang memberikan tekanan dan tanggung jawab.

“Tidak perlu ngoyo, namun buat perencanaan studi dan karir, gunakan waktu sebaik mungkin, biarkan fikiranmu berkembang di kampus,” pesannya. (tif)