RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Kota Magelang kini sedang fokus melakukan rapid test terhadap para pelaku perjalanan yang singgah di kota ini. Ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, mengingat beberapa kasus positif korona dari pelaku perjalanan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Majid Rohmawanto mengakui dari beberapa kasus positif Covid-19 memang berasal dari pelaku perjalanan. “Olek karena itu kita harus hati-hati,” jelasnya saat dihubungi Radar Jogja Selasa (14/7).

Dikatakan, cara ini dianggap efektif untuk menghalau persebaran Covid-19. “Kami masih menerapkan SOP lama, semua pelaku perjalanan di Kota Magelang wajib melapor ke puskesmas. Dari puskesmas melakukan pemantauan 14 hari. Selama pemantauan kami tawarkan tes,” jelasnya.

Meskipun kasus aktif di Kota Magelang masih nihil, kasus di daerah lain masih ada peningkatan. “Kami tetap melaksanakan rapid test, kalau ada reaktif kami lakukan swab. Provinsi lain masih meningkat, tentunya Kota Magelang dilewati,” katanya.

Ia pun menegaskan berbagai tes yang diprogramkan Dinas Kesehatan tidak dipungut biaya sepeser pun. Namun masih ada saja yang menolak untuk dilakukan rapid test. “Tetap ada yang tidak mau. Tetapi kami edukasi. Kebanyakan sudah kami laksanakan rapid test. Yang diprogramkan dinas semua gratis. Termasuk ketika reaktif, kami lakukan swab, semua gratis,” tandasnya.

Sedangkan untuk wisatawan yang menginap di hotel diberlakukan surat keterangan sehat bebas Covid-19. “Berdasarkan protokol kesehatan Permenkes 382, untuk hotel boleh dibuka, tapi pengunjung harus menyertakan rapid test maupun PCR. Kami harapkan dari pihak hotel tidak menambah penularan di tempat usahanya,” tambahnya. (asa/laz)