RADAR JOGJA – Masyarakat yang hendak melakukan uji KIR diminta bersabar. Sebab antrean untuk uji KIR diperkirakan hingga bulan depan. Hal tersebut akibat dampat penyesuaian terhadap protokol Covid-19 yang diterapkan di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul.
“Setelah tutup sementara tiga bulan, layanan uji KIR mulai dibuka kembali pada 1 Juli,” kata Kepala Dishub Kabupaten Gunungkidul, Wahyu Nugroho saat dihubungi Selasa (14/7).

Meski layanan dibuka, namun pemohon dibatasi maksimal 30 kendaraaan dalam sehari. Pembatasan layanan dilakukan sebagai bagian dari antisipasi penyebaran virus korona. Dampak positif pembatasan mengurangi jumlah kerumuman. “Kepada pemohon juga wajib memakai masker dan dicek suhu tubuh. Kendaraan yang akan dicek disemprot dengan cairan disinfektan,” ujarnya.

Ketentuan lain, kata Wahyu, satu kendaraan tidak diizinkan membawa orang lain, alias cukup pengemudinya saja. Ini untuk memastikan kebijakan pembatasan berjalan dengan baik.

“Kami juga mewajibkan petugas layanan uji KIR dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Minimal tiap petugas harus mengenakan masker, sarung tangan, pelindung wajah, hingga pakaian hazmat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Dishub Kabupaten Gunungkidul, Daru Sasongko mengatakan, usai libur tiga bulan libur, UPT PKB kebanjiran pemohon uji KIR.
Dijelaskan, sejak awal sempat dijalankan dengan skema nomor antrean bagi pemohon. ”Tapi kurang baik dan justru menimbulkan kerumunan,” kata Daru.
Kemudian, dilakukan evaluasi dan pendaftaran diubah. Untuk pendaftaran langsung dilayani mulai pukul 07.30-10.00. Sedangkan pendaftaran melalui layanan pesan WhatsApp (WA) sejak pukul 13.00-15.00. Meski telah mendaftar, pemohon tidak bisa langsung melakukan pengujian kendaraan. ”Karena hingga 3 Agustus sudah penuh sesuai dengan jadwal antrean,” ungkapnya. (gun/bah)