RADAR JOGJA – Selama pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Progo 2020 terhitung 3 Juli-12 Juli 2020, Polda DIJ mengungkap setidaknya 86 kasus. Ada 122 tersangka dan 1.288 barang bukti dalam pengungkapan operasi saat pandemi Covid-19 ini.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, 112 tersangka itu 43 di antaranya merupakan sasaran target operasi (TO) dengan total barang bukti yang disita 324 buah. Sisanya 79 merupakan nontarget operasi (NTO) dengan barang bukti 964.

“Total barang bukti yang diamankan 1.288 BB,” terang Yulianto Senin (13/7). Rinciannya perjudian 53 kasus TO dan 65 NTO, kemudian minuman keras 223 TO dan 591 NTO, prostitusi 25 TO dan 15 NTO, lalu narkoba 292 NTO serta kejahatan Jalanan 23 TO dan satu NTO.

Dari 86 kasus ini, lanjut Yuli, Direskrimsum Polda DIJ setidaknya mengungkap lima kasus TO dan tiga kasus NTO. Lainnya diungkap Polresta Jogjakarta lima kasus TO dan 4 NTO, Polres Sleman lima kasus TO dan empat NTO, Polres Bantul empat kasus TO dan tiga NTO, Polres Kulonprogo empat kasus TO dan 20 NTO, kemudian Gunungkidul empat kasus TO dan dua NTO. “Operasi pekat digelar selama 10 hari ini sebagai upaya kepolisian memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Direktur Reskrimum Polda DIJ  Kombes Pol Burkan Rudi Satria menambahkan, operasi ini bukan semata untuk menekan jumlah kasus operasi masyarakat. Namun juga untuk mengungkap kasus yang sebelumnya sudah menjadi target operasi maupun yang belum ditargetkan.

Burkan juga meminta kepada masyarakat dapat berperan aktif ikut menjaga kaemanan dan ketentraman wilayah, terutama dalam memerangi penyakit masyarakat yang terjadi di sekitarnya. Masyarakat bisa melaporkan ke polisi terdekat maupun medsos Polda DIJ bila dilingkungannya ada praktik judi, prostitusi, atau penjualan miras tak berizin serta kejahatan jalanan.

“Setelah ini kami juga akan melanjutkan operasi seperti biasa, untuk menangkap dan mengungkap peristiwa tindak pidana yang sudah terjadi,”  tambah Burkan. (inu/laz)