RADAR JOGJA – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan pondok pesantren akan kembali dibuka. Pondok pesantren (Ponpes) siap menerapkan protokol kesehatan. Hanya merasa berat jika harus melakukan rapid test.

Pimpinan Ponpes Al Hikmah Karangmojo Harun Al Rasyid mengatakan, rapid test biayayanya dinilai terlalu mahal. Karena itu pihaknya menyampaikan kepada pemkab agar ada bantuan pelaksanaan. Jika dilakukan mandiri pihaknya mengaku kesulitan. “Maka jangan menyepelekan. Akan tetapi juga jangan panik dan harus proposional menyikapi covid,” kata Harun Al Rasyid, Senin (13/7).

Secara prinsip pihaknya patuh dengan pemerintah kaitannya dengan proses KBM. Mengingat para santrinya tidak sedikit berasal dari luar daerah, maka ada upaya ketat untuk pencegahan covid. “Rencanannya, Agustus nanti santri luar daerah kembali mondok. Protokolnya bagaimana kami ikut dengan pemerintah,” ungkapnya.

Gugus Tugas Penananganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul pun sudah melakukan pengecekan kesiapan penerapan kebiasaan baru. Mengenai persiapan santri kembali mondok berasal dari zona berbahaya, istilah zona secara global menurutnya perlu diperdalam lagi. Supaya tidak gambling dengan istilah zona, maka rapi testnya dilakukan pada saat tiba ke daerah tujuan. “Nanti caranya bagaimana, tempatnya (rapid test) di mana kita pikirkan. Apakah di ponpes apakah di balai desa dan yang lain,” ujar Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penananganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi.

Prinsipnya semua pihak harus bekerjasama agar jangan sampai ponpes bekerja sendirian. Untuk anggaran? Kata Immawan, jika hasilnya reaktif dan harus dikarantina tentu menjadi tanggungjawab Negara apalagi positif.“Tapi sampai adanya rapid test ini ternyata belum dianggarkan, tentu kami akan pikirkan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan, di Bumi Handayani ada 35 pondok pesantren. Jika diverifikasi masing-masing ponpes, secara prinsip telah menyiapkan protokol pencegahan Covid-19. “Sekalipun barangkali belum bisa dikatakan sempurna. Kalau bicara tentang optimisme, masuk ke wilayah ponpes yang notabene sudah ada usaha itu sudah siap,” kata Arif Gunadi. (gun/pra)