RADAR JOGJA – Potensi gempa di DIJ cukup tinggi. Dalam sehari Senin(13/7) terdapat dua kali gempa yang tercatat dirasakan di wilayah DIJ. Keduanya berasal dari sumber gempa yang berbeda.

“Hari ini (kemarin) terjadi dua kali gempa,” sebut Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Agus Riyanto, usai audiensi bersama Bupati Bantul Suharsono, Senin (13/7).

Gempa pertama terjadi pada pukul 02.50 dengan kekuatan magnitudo 5,2 skala richter (SR), dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di Laut Selatan. Penyebabnya ada pertemuan dua lempeng besar dunia di lokasi itu, yaitu lempeng Indo-Australia yang bertumbukan dengan Eurasia.

Gempa kedua merupakan gempa darat pada pukul 08.44. Berkekuatan 1,8 SR, dengan sumber gempa sembilan km tenggara Bantul, dengan kedalaman 16 km. Sumber gempa yang terjadi di darat diakibatkan aktivitas sesar lokal. Ini memberi kontribusi terhadap kegempaan di Jogjakarta. “Aktivitas gempa yang diakibatkan sesar ini tidak selalu berkorelasi. Tapi Jogjakarta memiliki banyak sesar lokal,” paparnya.

Dua gempa bumi yang terjadi di DIJ kemarin memiliki dua sumber. Gempa yang terjadi dini hari berasal dari aktivitas subduksi yang di Laut Selatan. Kekuatannya 5,1 skala richter. Kemudian disusul gempa lanjutan di pagi harinya dengan kekuatan 1,8 skala richter. “Kami menduga itu karena adanya aktivitas sesar lokal,” ujarnya.

Terpisah, Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, kedua gempa yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan di Bumi Projotamansari. Menilik lokasi episenter dan kedalaman sumbernya, gempa yang pda dini hari merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik,” jelasnya.

Guncangan gempa ini dirasakan sampai Pacitan, Purworejo, Jogja dan Wonogiri II-III. Berdasar hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. “Untuk yang pagi hari dengan kekuatan 1,8 kami belum dapat laporan,” ucapnya.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum jelas. Agar terhindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Masyarakat diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. “Juga tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” tuturnya. (cr2/pra)