RADAR JOGJA – Salah seorang pengunjug di obyek wisata (obwis) Kedung Pedut, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, diketahui menunjukkan gelaja terinfeksi Covid-19. Tiba-tiba dirinya lemas, sesak nafas dan demam tinggi.

Mengetahui hal itu, tim khusus dari obwis Kedung Pedut langsung datang dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Pengunjung tersebut pun segera dievakuasi ke klinik kesehatan terdekat. Yang juga sudah menyiapkan protokol penanganan pasien Covid-19.

Itulah gambaran simulasi evakuasi pengunjung yang diduga tertular Covid-19, Senin (13/7). Simulasi ini bersamaan dengan verifikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo terkiat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Ini menjadi bukti kesiapan sebelum dibuka kembali. Kami sudah siapkan tim penanganan Covid-19 sendiri yang bertugas mengevakuasi wisatawan yang menunjukkan gejala sakit saat berada di area wisata,” kata pengelola obwis Kedung Pedut Yuhono.

Pengelola memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menyiapkan tempat cuci tangan, pengunjung wajib mengenakan masker, petugas yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh. “Jika ada pengunjung yang menunjukkan suhu di atas 37,5 derajat selsius, maka akan diarahkan menuju ruang isolasi untuk beristirahat sampai kondisinya membaik,” jelasnya.

Ditambahkan, jumlah kunjungan wisatawan di obwis ini nantinya juga akan dibatasi maksimal 70 persen dari total kapasitas. Pembatasan juga berlaku di area kolam, yang mana hanya boleh diisi maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Adapun jumlah kunjungan wisata di tempat ini sebelum ditutup, sebab wabah korona bisa mencapai 500 orang per hari. Jumlahnya naik jadi kisaran 800-1.000 orang saat akhir pekan. “Jika nanti dibuka lagi, kami akan menerapkan sistem waiting list. Pengunjung maksimal hanya boleh berada di area wisata selama 30 menit,” ucapnya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana menegaskan, pengelola Kedung Pedut yang telah memiliki tim penanganan Covid-19 pantas diapresisi. Namun pengelola tetap harus berkoordinasi dengan gugus tugas setempat. “Kalau ada kasus tetap harus laporan ke gugus tugas kabupaten,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kulonprogo, Nining Kunwantari mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di Kedung Pedut dan obwis lain di Kulonprogo yang sebelumnya telah melaksanakan simulasi pembukaan wisata.

Di antaranya Pule payung, Kalibiru, Pantai Glagah, Kedung Banteng, Grojogan Sewu, Taman Sungai Mudal dan Kembang Soka. Jika ada sarpras yang kurang, akan segera diinformasikan kepada pengelola agar segera ditambah. “Karena simulasi merupakan tahapan yang harus dilalui oleh obwis untuk bisa mengikuti uji coba terbatas di masa pandemi. Setelah simulasi nanti ada evaluasi, yang jika ada kekurangan akan segera kami sampaikan ke pengelola,” ucapnya. (tom/pra)