RADAR JOGJA – Setelah sempat mereda sejak Jumat (10/7), kasus pasien positif virus korona (Covid-19) muncul kembali. Kali ini, ada empat anggota keluarga asal Mertoyudan, serta satu pasien asal Salaman dinyatakan positif virus korona.

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menjelaskan, telah melakukan rapid test terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien. ” Sudah dilakukan swab dan PCR juga,” terang Nanda kemarin.

Disebutkan, kasus warga Mertoyudan meliputi laki-laki usia 72 tahun, perempuan 63 tahun dan laki-laki 14 tahun yang merupakan satu keluarga. Sedangkan satu lagi perempuan berusia sembilan tahun, merupakan anak dari pembantu. ”Mereka terpapar dari anggota keluarga yang bepergian dari Jakarta,” ungkapnya.

Selain bepergian dari jakarta, jelasnya, salah seorang keluarga sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSUD Tidar karena Covid-19. Namun setelah beberapa menjalani perawatan intensif, sudah dinyatakan sembuh setelah hasil swab keduanya dinyatakan negatif.

Koordinator Bidang Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti menjelaskan, tiga anggota keluarga tersebut telah diambil secara sepihak oleh pihak keluarga untuk dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Terkait alih status domisili ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Johar Baru, Jakarta. ”Mereka dicatat di sana (Jakarta, -red), sehingga yang di sini datanya kami coret,” jelasnya.

Lalu sehari setelahnya muncul kasus lagi yakni laki-laki usia 39 tahun dari Kecamatan Salaman. Keseharian pasien merupakan pegawai di UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) dan sering melaju ke Salaman seminggu sekali.

Untuk saat ini, pihaknya telah melakukan pelacakan terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan tambahan di Kecamatan Mertoyudan dan Salaman tersebut. Pihaknya, telah melakukan rapid test terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan tambahan yang positif tersebut. ”Kami minta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang sering bepergian ke luar kota,” ujarnya. (asa/bah)