RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Agus Sujito menjelaskan, salah satu poin dalam protokol kesehatan di sekolah yakni mengurangi kapasitas murid sebanyak 50 persen. Dengan demikian, siswa harus masuk sekolah secara bergantian.

Bila normalnya 32 siswa per kelas, di masa transisi atau new normal hanya separuhnya, ”Maksimal 16 siswa per kelas,” jelas Agus Senin(13/7).

Sekolah, telah melakukan simulasi sebagai persiapan sebelum pembelajaran tatap muka dibuka kembali Senin (13/7). Kegiatan dimulai dari SMPN 1 Kota Magelang, dan akan digelar bergantian di sekolah yang ditunjuk lainnya, yakni TK Negeri Pembina. Lalu SD Kedungsari 1, SD Magelang 7, dan SD Magersari 2 dan 13 SMP.

Dikatakan, bila situasinya memungkinkan, bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. ”Kami sudah siap dengan sistemnya. Utamanya kami menerapkan prosedur protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Dijelaskan, simulasi dimulai dari anak/pelajar datang ke sekolah. Anak terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun, lalu dicek suhu tubuhnya oleh petugas. Di ruang kelas, tempat duduk sudah diatur, yakni satu meja satu kursi.

Sampai saat ini, tatap muka belum diperbolehkan. Di tahun ajaran baru ini, pihak sekolah dan guru dituntut meningkatkan sistem pembelajarannya dibanding sebelumnya. “Awal penerapan belajar dari rumah memang banyak kendala. Tapi seiring perjalanan waktu bisa teratasi dan kami harap ke depan pelaksanaan jauh lebih baik. Guru bisa gunakan berbagai jenis media, seperti WA group, video call, google class room, zoom, dan lainnya,” jelasnya.

Khusus untuk PAUD, guru wajib menjadwalkan kunjungan ke rumah siswa. Dalam kunjungan ini pun harus menerapkan protokol kesehatan, yakni pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. “Sebulan sekali guru mengunjungi muridnya di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Kepala SMP N 1 Magelang, Nur Wiyono menjelaskan, dilihat dari berbagai instrumen verifikasi kesiapan yang diinstruksikan dinas, sekolahnya dinyatakan siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Instrumen mulai dari surat keputusan (SK) Kepala Sekolah tentang tim gugus sekolah tangguh sampai persiapan orang tua dan murid. “Instrumennya banyak, dan kami sudah memenuhi itu semua. Artinya, kami siap menyambut kenormalan baru di satuan pendidikan Kota Magelang,” imbuhnya. (asa/bah)