RADAR JOGJA – Komisi A DPRD Sleman melakukan pengecekan jalur evakuasi lereng Gunung Merapi, Senin (13/7). Beberapa jalur ditemukan mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki. Terutama di jalur Bronggang, Klangon.

“Masyarakat sudah paham dan memiliki pengalaman bagaimana mereka harus bertahan dan mengambil tindakan ketika Gunung Merapi berubah siaga. Namun, ada beberapa permasalahan yang kami lihat menyulitkan warga, salah satunya jalur evakuasi,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti di pos pantau Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Menurut Ani, jalur evakuasi di Desa Glagaharjo yang tidak banyak memaksa perbaikan harus segera dilakukan. Sebagai antisipasi jika nantinya status Gunung Merapi menjadi siaga. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengatue perubahan anggaran di APBD.

“Kami dorong di APBD perubahan untuk perbaikan jalur evakuasi. Nantinya anggaran akan kami siapkan,” ujarnya.

Jalur evakuasi ternyata juga digunakan sebagai jalur tambang dan rusak karena kendaraan berat. Ani menegaskan sudah ada beberapa jalur yang disiapkan untuk kendaraan berat seperti truk pasir.

“Nanti difokuskan bagi kendaraan berat melintasi jalur itu. Sementara, jalur evakuasi nanti dibenahi untuk mengantisipasi perkembangan Gunung Merapi ke depan,” katanya.

Akibat kerusakan jalan sepanjang 2 kilometer, warga beralih menggunakan Jalan Kikis, yang berbatasan dengan Klaten, Jawa Tengah. Seorang warga setempat Sarmiyatin, 35, mengatakan Jalan Kikis cukup sempit jika digunakan sebagai jalur evakuasi. Oleh karena itu dia meminta jalur antara Dusun Sruen-Singlar diperbaiki. 

“Jalur itu memang digunakan truk tambang. Tapi lebih baik jalur tersebut diperbaiki, jadi jalur evakuasi tidak hanya di Jalan Kikis saja, tapi ada jalur lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menyatakan akan melakukan perbaikan setelah anggaran cair.

“Artinya, ketika dana sudah ada perbaikan, tentu kami lakukan,” tandasnya. (sky/tif)