RADAR JOGJA – Mendekati hari raya kurban, masyarakat diminta waspadai zoonosis pada hewan kurban. Masyarakat harus jeli dalam pembelian. Hendaknya, memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum akhirnya disembelih.

Zoonosis adalah penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Tingkatannya, 75 persen dari penyakit menular pada manusia. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Zoonosis pada hewan ternak bisa disebabkan faktor pangan. Sumber pangan yang tidak sehat dapat menjadi pembawa mikroorganisme patogen. Penyakit ini umumnya dapat menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, kerbau dan lain-lain. Lalu bagaimana memilih hewan kurban yang baik?

Pedagang sekaligus peternak sapi Desa Segarayasa, Pleret Ilham Ahmadi membagikan tips memilih hewan kurban yang baik dan sehat. Di antaranya, dilihat dari fisik, ukuran dan berat badan ideal, jenis pakan, kebersihan kandang dan diperkuat dengan pemeriksaan hewan dari petugas kesehatan.”Jadi enggak sembarang pilih,” ungkap Ilham, Minggu (12/7).

Di antaranya, pembeli harus memperhatikan jenis pakan ternak. Nah, rumput segar adalah jenis pakan yang baik dibandingkan jerami. Sebab risiko pemilihan jerami tak teliti, terdapat cacing yang menyelinap di bagian batang jerami. Sehingga dapat memicu tumbuhnya¬† bakteri patogen sekaligus penyakit cacing hati pada hewan. “Kualitas makanan berpengaruh pada kualitas daging yang baik. Kalau tempat saya diberikan makanan tambahan konsentrat,” ujarnya.

Meski dia peternak, dia juga turut membeli sapi-sapi dari wilayah luar. Nah, kriteria sapi yang baik selain makanan, juga dilihat dari matanya yang jernih. Berat badan seimbang panjang dan tinggi sapi. Juga usia minimal dua tahun ke atas.dipastikan bebas penyakit dengan melalui pemeriksaan dokter hewan. Pembelian hewan tak lepas dari Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang wajib dikeluarkan dari wilayah asal ternak.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo menambahkan, secara umum gejala zoonosis kesehatan sulit dikenali. Kendati begitu, hewan kurban yang baik dengan melihat suhu tubuh dan gejala yang ada.

“Selain mata, kehalusan kulit dan bentuk tubuh juga perlu diperhatikan. Kemudian dilihat juga dari kotoran (feses). Apakah terlihat cair atau tidak,” ungkapnya. Jika fases berupa cairan, dapat dipastikan ternak dalam kondisi tak sehat.

Joko menyebut, sejauh ini kondisi ternak di Bantul relatif aman. Kendati begitu, pihaknya terus melakukan pemantauan¬† ke sejumlah peternak dan melakukan pengawasan di tempat-tempat penampungan hewan maupun kandang ternak kelompok. Dalam pemantuan tersebut pihaknya turut menggandeng dokter kesehatan hewan. “Pokoknya SKKH wajib,” tegasnya. (mel/pra)