RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul telah mengeluarkan surat edaran (SE) menyambut tahun ajaran baru 2020/2021 mulai dari PAUD hingga SMP/MTs sederajat di tengah pandemi Covid-19. Pembelajaran tahun ini akan dimulai Senin (13 /7).

Tidak seperti tahun sebelumnya, semua pembelajaran kali ini dilaksanakan melalui daring, luring dan kombinasi. “Tahun ajaran baru diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) live streaming,” ungkap Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko, dihubungi Sabtu (11/7).

Di hari yang sama pihaknya juga akan membuka MPLS melibatkan semua kepala sekolah, guru, karyawan, siswa dan orangtua/wali murid turut mengikuti kegiatan tersebut. Selama pandemi jni pembelajaran dilakukan selama enam hari dan menanggalkan ekstrakulikuler. Kendati begitu, MPLS sifatnya bukan wajib. Tergantung dari sekolah masing-masing.

Nah, khusus TK, diberikan keluasaan sesuai dengan situasi kondisi sekolah dan orang tua. Dikatakan, khusus untuk TK, MPLS diawali dengan pertemuan langsung dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Menyesuaikan jumlah siswa juga menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah. Apakah masuk kategori zona hijau, kuning atau merah.  “Kemarin ada beberapa pertimbangan. Perkenalan TK anak baru, dilakukan secara bergilir per lima anak datang ke sekolah untuk berkenalan dengan gurunya dan lingkungan sekolah,” beber Isdarmoko.

Selain itu juga untuk mengambil sejumlah peralatan sekolah. Buku mewarnai, krayon, dan alat tulis lainnya.

Pembelajaran tahun ini diserahkan oleh sekolah. Sekolah berhak menerapkan materi ajaran baru. Seperti, pemberian tugas mewarnai,  bermain sembari Belajar. Mengoptimalkan belajar dari rumah (BDR). Pemberian tugas juga dapat dilakukan melalui video yang dishare ke grup WhatsApp orangtua. “Yang ditekankan adalah pendidikan karekternya. Dimana anak-anak, disiplin, bertanggungjawab, keimanan dan ketakwaan, kepatuhan dan sebagainya,” jelasnya.

Di Sekolah TK Pertiwi 44 Dlingo misalnya. MPLS tetap akan dilaksanakan oleh sekolah. Dengan cara, sekolah membuat video, mengenalkan alat-alat permainan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), fasilitas sekolah, ruangan sekolah, pengajar sekolah dan lain-lain. Guru sekolah Isnawati mengaku pihaknya tengah mempersiapkan materi tersebut.”Nanti video akan disebarkan di grup orang tua,” katanya.

Disinggung teknis penyampaian materi pembelajaran seperti apa, Sekolah belum memastikan seperti apa. Sebab, tak semua orang tua memiliki HP Android. Ditambah lagi sulitnya sinyal di wilayahnya. “Nah, ini jadi kendala,”ucapnya.

Lain halnya Gandung Jatmiko, orang tua siswa di sebuah TK di Bantul. Dia mengaku, tak ada kendala dengan penerapan pembelajaran melalui daring. “Yang penting stay, orang tua membiasakan mengarahkan anak dan rajin melaporkan ke guru lewat online,” ungkapnya. (mel/din)