RADAR JOGJA – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bantul dibantu Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) meringkus empat tersangka jaringan pencuri kendaraan roda empat khususnya jenis pikap. Mereka adalah residivis kasus yang sama lintas provinsi yang kerap beroperasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). “Mereka mahir dan terampil. Bisa mencuri pikap hanya dalam waktu lima menit,” jelas Dirreskrimum Polda DIJ AKBP Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di lobi Polres Bantul kemarin (10/7).

Tersangka pertama adalah Mardiyanto Ari Prabowo, 33, warga Cilacap, Jawa Tengah. Tersangka kedua Susyanto, 46, warga Brebes, Jawa Tengah. Tersangka ketiga Nursito, 46, warga Pati, Jawa Tengah. Keempat Agus Riyanto, 58, warga Purbalingga.

Diringkusnya keempat tersangka berawal dari laporan Narto, 34, warga Trimurti, Srandakan, Bantul yang pikapnya hilang Rabu (1/7). Tim Opsnal Polres Bantul kemudian melakukan pendalaman dan berhasil menangkap tiga orang tersangka di wilayah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah dan satu orang tersangka di Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah. “Kemudian keempatnya dibawa ke Polres Bantul,” jelas AKBP Burkan.

Diketahui, pencurian dilakukan dengan cara merusak pintu mobil atau pikap menggunakan kunci Y yang dimodifikasi dengan pipihan mata obeng ketok. Kemudian tersangka mencabut dan memotong socket kontak dengan cara dipotong menggunakan tang. Setelah itu, kabel disambung untuk menghidupkan mobil.

Kendaraan curian langsung dibawa ke bengkel untuk dibongkar dan dioplos. Tersangka pun telah menyiapkan nomor rangka dan nomor mesin. Mobil yang telah dioplos ini selanjutnya dijual dengan harga Rp 15 Juta. “Pelaku punya STNK mobil lama. Sehingga kalau dicek, mobilnya baru tapi STNK lama,” paparnya.

Sebagai barang bukti, diamankan lima buah pikap, dua mobil, satu set las karbit, satu set las listrik, dan satu kompresor. Turut diamankan tiga rangka mobil, satu tang, satu kunci Y, satu kunci pas ring, lima mata obeng ketok yang sudah dipipihkan, dua kunci L, dan satu socket.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menyebutkan, sasaran utama para tersangka adalah pikap. Sebab mereka telah memiliki pasar yang membutuhkan kendaraan jenis. Dia megimbau masyarakat diminta lebih menjaga kendaraan bermotornya. Karena tersangka terbiasa mencuri di daerah yang tidak sepi. Kendaraan lantas dibawa lari ke luar provinsi dan sulit untuk ditemukan. “Saat ini kami sedang memeriksa dua penadahnya yang merupakan ayah dan anak,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yulianto turut menambahkan, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan, dan Pasal 480 KUHP. “Ancamannya hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun,” tandasnya. (cr2/din)