RADAR JOGJA – Beralasan tak ingin dirawat isolasi, seorang pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DIJ memilih pulang ke Madura, Jawa Timur. Pasien ini tercatat sebagai kasus 358, pasien laki-laki berusia 32 tahun asal Bantul. Dinyatakan positif dan pulang di hari yang sama, Kamis (9/7).

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Bantul tak bisa menolak permintaan pasien tersebut karena terus merengek untuk dipulangkan. Usaha membujuk pasien untuk tetap dirawat tak membuahkan hasil.

“Itu pulang atas permintaan sendiri (APS) tidak mau dirawat di Bantul. Sudah kami bujuk tapi tetap bersikeras ingin pulang ke Madura. KTP juga bukan orang Bantul di sini hanya mengontrak,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Bantul Sri Wahyu Joko Santosa, Jumat (10/7).

Berdasarkan pemeriksaan medis, pasien kasus 358 tergolong sebagai orang tanpa gejala (OTG). Artinya tak memiliki gejala sakit Covid-19. Untuk riwayat perjalanan menyebutkan baru pulang dari Madura, Jawa Timur.

“Mau kami rawat tidak mau malah menolak. Dia bilang sendiri lebih baik pulang Madura. Di sana (Madura) katanya didiamkan saja enggak diobati ya sudah,” bebernya.

Sesuai protokol yang berlaku, pendatang wajib menjalani rapid diagnostic test (RDT). Dari hasil tersebut diketahui reaktif. Saat berlanjut uji swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) hasilnya positif.

“Datang seminggu lalu mau masuk kontrakan di Dlingo Bantul. Lalu rapid kalau tidak salah Sabtu atau Minggu dan hasilnya reaktif. Lalu uji swab hari Senin (6/7), hasilnya keluar kemarin (9/7) itu positif,” katanya.

Mengetahui hasilnya positif, pasien kasus 358 memaksa tak ingin rawat inap isolasi. Akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke Madura di hari yang sama (9/7). Pasien, lanjutnya, pulang dengan kendaraan pribadi.

Kebijakan ini terpaksa diambil karena pasien tak mau mematuhi aturan yang berlaku. Walau begitu tetap ada pengawasan terhadap kepulangan pasien tersebut. Terutama dengan Pemkab Madura maupun Pemprov Jawa Timur.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Bantul turut melakukan pengawalan. Setidaknya hingga wilayah perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Tujuannya untuk memastikan pasien tidak berbelok arah.

“Gugus tugas mengantar hingga keluar perbatasan. Dia pulang naik kendaraan pribadi. Pulangnya kemarin siang (9/7),” ujarnya.

Pihaknya juga telah berkomunikasi internal dengan Gugus Tugas Covid-19 DIJ. Guna mengkomunikasikan kepulangan pasien kepada Pemprov Jawa Timur. Komunikasi ini juga terkait pencoretan nama pasien dalam daftar pasien positif Covid-19 di Jogjakarta.

“Kami ikut saja, kalau Gugus Tugas provinsi mencoret kami juga akan mencoret pasien tersebut dari daftar kami,” katanya. (dwi/tif)