RADAR JOGJA – Sebanyak tujuh orang Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di Kabupaten Sleman dinyatakan reaktif setelah mengikuti uji rapid diagnostic test (RDT) pada Selasa (7/7). Mereka selanjutnya akan menjalani isolasi mandiri dan satu petugas menjalani karantina di Asrama Haji Sleman.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman M Abdul Karim Mustofa menjelaskan, petugas yang dinyatakan reaktif terdiri dari dua petugas Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan lima petugas Panwaslu Desa. Dari uji rapid test yang dilaksanakan dua hari sejak 7 Juli dan 8 Juli, ada satu peserta yang tidak hadir karena sudah mengikuti uji rapid mandiri.

Selain itu ada delapan orang ada yang belum fit sehingga belum dimungkinkan mengikuti rapid test. “Para petugas yang reaktif saat ini sudah melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan instruksi Dinas Kesehatan Sleman,” jelas Karim Kamis (9/7).

Karim mengaku, rapid test sebelumnya diikuti sebanyak 242 Panwaslu Adhoc yang terdiri dari Panwaslu Kecamatan, Sekretariat Panwaslu Kecamatan, dan Panwaslu Desa mengikuti rapid tes secara serentak tersebar di puskesmas masing-masing kecamatan.

Anggota Bawaslu Sleman Vici Herawati mengaku ke tujuh pengawas saat ini telah menjalani tes swab yang kedua. “Mari kita tunggu hasilnya semoga semua negatif,” kata Vici.

Vici menambahkan, tujuan utama dilakukannya RDT serentak adalah untuk memastikan pengawas adhoc sehat dan siap terjun pengawasan di lapangan tanpa adanya rasa waswas dan diterima semua pihak. (eno/din)