RADAR JOGJA – Berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba terus dilakukan di tengah masyarakat. Seperti PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) yang bekerja sama dengan BNNP DIJ menggelar Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika di pendopo Kantor Pusat PT TWC, Prambanan.

Materi disampaikan langsung oleh Kepala BNNP DIJ Brigjen I Wayan Sugiri, Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda DIJ Kombes Ary Satriyan dan Counselor Adiksi BNNP DIJ Boni Yogi Rusdi. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh sekitar 100 peserta dari Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan seperti SMK Muhammadiyah Prambanan, SMKN 1 Kalasan, SMAN 1 Banguntapan, SMA Muhammadiyah Borobudur, Magelang, Jawa Tengah serta Satuan Tugas Anti  Narkoba SMA/SMK DIY (STAND).

Direktur Utama PT TWC Edy Setiono menjelaskan, sosialisasi ini sebagai wujud dari program Bina Lingkungan TWC guna mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) tahun 2020-2024. Tertuang dalam lampiran Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020.

“Kami tentu mendukung upaya-upaya BNNP DIJ mencegah dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Dukungan ini juga merupakan wujud BUMN Untuk Indonesia,” ujar Edy dalam sambutannya, Jumat (9/7).

Sesuai instruksi Kementerian BUMN, lanjut Edy, pelaksanaan community development Program P4GN BNN oleh BUMN harus dilakukan berkesinambungan agar para siswa mengetahui bahaya narkoba sehingga menghindarinya. Di sisi lain  para eks pengguna dapat meningkatkan kualitas dirinya melalui program pelatihan seperti pendidikan vokasi atau yang lainnya.

“Mari kita kawal serta terlibat langsung dalam upaya pemberantasan narkoba, terutama di kalangan anak muda Indonesia. Mereka adalah masa depan bangsa. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk turut melindungi dan membina mereka ke arah yang lebih baik,” ajaknya.

Kepala BNNP DIJ Brigjen I Wayan Sugiri mengungkapkan, dengan dukungan dari berbagai pihak seperti BUMN, maka program pencegahan, pemberantasan narkoba akan lebih optimal. Terlebih dalam pelaksanaan RAN P4GN  wajib mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha.

“Pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab BNN, tetapi juga semua elemen bangsa, termasuk juga perusahaan BUMN di berbagai daerah. Dengan adanya dukungan dari pihak BUMN, kami optimistis program pencegahan narkoba akan lebih optimal lagi,” kata I Wayan
Sugiri saat membuka kegiatan sosialisasi di PT TWC.

Dir Resnarkoba Polda DIJ AKBP Ary Satriyan menambahkan, di awal tahun 2020 ini, Polda DIJ telah mengungkap 15 kasus dengan 15 tersangka penyalahgunaan narkoba. “Kami meminta peran aktif masyarakat untuk mendukung pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, karena tidak hanya membahayakan juga menghancurkan masa depan bangsa,” ujarnya. (sky/tif)