RADAR JOGJA – Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp 51,9 Miliar untuk penanganan Covid-19. Dari jumlah itu, anggaran yang sudah terpakai mencapai Rp 43,2 Miliar. Nah, jika anggaran itu kurang masih ada dana cadangan nilainya mencapai ratusan miliar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo mengatakan, pos anggaran penanganan Covid-19 digunakan untuk berbagai kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD Wonosari, RSUD Saptosari dan BPBD. “Alokasinya Rp 51.903.112.061,78 dan terpakai Rp 43.280.890.155. Berarti tersisa Rp 8.622.221.906,” kata Saptoyo Kamis (9/7).

Dia merinci, anggaran Covid-19 banyak digunakan untuk berbagai kegaiatan mulai dari jaminan perlindungan sosial, pengadaan masker hingga peyediaan fasilitas kesehatan. Meski anggaran menipis, namun pemkab tidak khawatir.”Mengacu pada anggaran belanja tak terduga nilainya mencapai Rp 156,6 Miliar. Kkalau dana covid habis, bisa ambil lagi dari belanja tak terduga ini,” ujarnya.

Menurutnya, belanja tak terduga tidak hanya dilakukan dalam penanganan korona. Sebab, dana tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan darurat lainnya. Sebelumnya pemkab mengeluarkan belanja tak terduga sebesar Rp 2,22 Miliar untuk penanganan antraks.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Ery Agustin S mendukung pemkab terkait dengan upaya penaganan pandemi korona. Dia berharap penganan bisa dilakukan secara maksimal sehingga penularan dapat dicegah. “Anggaran ada, harus dioptimalkan,” kata politisi Golkar ini. (gun/din)