RADAR JOGJA – Meskipun belum mendapatkan informasi lengkap, Shela Febriyanti, 16, siswi SMAN 1 Sanden, Bantul mengaku iklhas jika memang tidak jadi bertugas sebagai anggota Paskibraka Nasional 2020. Padahal, dia sudah melakukan pengukuran baju di Kantor Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ. “Ya apapun nanti, saya sudah siap. Kalau nggak tugas nggak apa-apa,” ujarnya.

Pengakuan senada disampaikan petugas Paskibraka 2020 Bantul Anandyta Danar Yudho Herdanto, 16. Baginya pengalaman menjadi Paskibraka tidak akan terulang. Karenanya, dia tetap mengikuti seleksi kendati dalam masa pandemi. Dia mengaku ikhlas setelah adanya keputusan untuk ditiadakannya Paskibraka 2020. “Kami juga nggak mau ada klaster penularan Covid-19 di Paskibraka,” ujar siswa SMAN 1 Dlingo itu.

Ya, Pemerintah Kabupaten Bantul urung menugaskan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) 2020. Keputusan ini mengikuti ketetapan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (Mensesneg RI) No. B-492/M.Sesneg/Set/TU.0004/07/2020 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020.

Dalam ketetapan tersebut tertulis, kepala daerah, kantor atau lembaga wajib mengikuti Upacara Peringatan ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih. Upacara akan dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta secara virtual. “Sesuai instruksi ini kami tidak jadi menugaskan Paskibraka 2020,” terang Staf Seksi Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Didik Irawan Kamis (9/7).

Didik juga belum dapat menjelaskan, prosesi yang akan dilakukan oleh Pemkab Bantul dalam Peringatan ke-75 Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih. “Masih kami komunikasikan dengan pemkab,” sebutnya.

Dijelaskan, dinasnya sempat mendorong dan berharap Paskibraka 2020 tetap bertugas. Karenanya, Disdikpora menggelar seleksi Paskibraka 2020. Dan memilih 72 siswa sebagai Paskibraka 2020 di Bantul. Selain itu, terdapat delapan siswa yang dikirim Disdikpora Bantul untuk seleksi di DIJ. “Kami mengikuti tanggap darurat DIJ. Tapi kami tetap menyiapkan Paskibraka 2020,” ujarnya.(cr2/din)