RADAR JOGJA – Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari menyatakan tahapan Pilkada Serentak di Kabupaten Sleman memasuki tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih. Pemutakhiran data ini merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

“Tahapan ini menentukan bagi tahapan pemilihan selanjutnya, mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi pemilihan, rekapitulasi hasil suara dan lain sebagainya. Maka jika tahapan ini bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan selanjutnya juga akan sangat terganggu,” jelasnya dalam jumpa pers di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (9/7).

Pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih berpengaruh pada tahapan selanjutnya, serta dianggap sebagai langkah dalam memberikan jaminan warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi. Meliputi kemudahan untuk terdaftar sebagai pemilih dan mengetahui data pemilih, serta memperbaiki elemen data di daftar pemilih.

Dalam tahap ini KPU Kabupaten Sleman dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP). Indah menyebutkan, pencocokan data dan Penelitian (coklit) akan dilakukan oleh petugas PPDP mulai 15 Juli sampai 13 Agustus dengan metode rumah ke rumah di wilayah Kabupaten Sleman.

Pihaknya berharap masyarakat tidak menolak petugas yang datang. Sesuai penerapan protokol kesehatan, setiap petugas yang melakukan pendataan dari rumah ke rumah telah dilakukan rapid test dan akan dibekali surat keterangan bebas covid 19.

“KPU Kabupaten Sleman berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih  dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid 19 untuk melindungi diri, keluarga dan semua lapisan masyarakat yang terlibat dalam pemilihan,” tandasnya. (sky/tif)