RADAR JOGJA – Untuk kesekian kalinya kepolisian menindak tegas penambangan tak berizin. Belum lama ini di wilayah Candirejo, Semin aktivitas tambang batu digrebek. Dalam kasus tersebut satu orang ditetapkan tersangka.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana Putra mengatakan, kasus terbaru penambangan ilegal berada di Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Candirejo. Sejumlah barang bukti berupa alat berat dan truk berhasil turut diamankan. “Satu orang berinisial T,27, warga Semin ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan penanggungjawab kegiatan tambang,” kata Riyan Permana Putra saat memberikan keterangan pers kemarin (8/7).

Dia menjalaskan, kasus ini masih dikembangkan karena ada satu orang berinisial A diduga terlibat masih dalam pencarian. Petugas hingga sekarang tengah mencari keberadaan satu orang pelaku yang kini ditetapkan sebagai buron. “Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat mengenai praktik penambangan ilegal,” ujarnya.

Petugas kemudian menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi. Penyelidikan di lapangan membuahkan hasil. Saat petugas datang ke lokasi ada aktivitas penambangan disebuah bukit. “Waktu itu dua unit truk dan satu alat berat berhasil disita petugas,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan lapangan, aktivitas tambang di Lemahbang belum lama beroperasi. Pada saat dimintai dokumen perizinan tidak dapat menunjukan kepada petugas. Diketahui, pecahan batu atau urug hasil tambang dijual ke wilayah sekitar

Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 158 UU RI nomor 4/2009 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 10 miliar.

Sementara itu, Kades Candirejo, Kecamatan Semin Agus Supriyadi membenarkan adanya aktivitas penambangan di wilayahnya. Bahkan dulu pernah mengingatkan kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas sebelum izin keluar. (gun/bah)