RADAR JOGJA – PT Angkasa Pura (AP) 1 resmi membuka layanan penerbangan internasional di Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulonprogo, kemarin (8/7). Maskapai Air Asia dengan rute Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia-YIA dan sebaliknya, menjadi maskapai pertama yang melakukan penerbangan lintas negara di YIA.

“Maskapai swasta terbesar di Malaysia itu telah beroperasi di YIA siang ini dengan menggunakan pesawat jenis Air Bus-320. Jumlah penumpang yang diangkut dalam penerbangan perdana sebanyak 140 orang,” kata Pelaksana Tugas Sementara (Pts) GM YIA Agus Pandu Purnama kemarin (8/7).

Dijelaskan, Air Asia sementara baru membuka layanan penerbangan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Ke depan ada kemungkinan ditambah tergantung permintaan masyarakat. “Selain Air Asia, maskapai internasional dari Singapura juga akan menyusul,” jelasnya.

Menurutnya, penerbangan internasional di YIA awalnya akan dilakukan September nanti. Namun karena permintaan masyarakat cukup tinggi, rute Malaysia-YIA dibuka lebih awal.

“Prediksinya memang September, tapi ini bisa maju karena melihat protokol kesehatan di sini cukup serius, sehingga diyakini penumpang tak akan tertular. Ini juga termasuk protokol yang diterapkan dari maskapai itu sendiri. Selanjutnya karena ada permintaan masyarakat cukup banyak, Air Asia membuka penerbangan di sini,” ujarnya.

Ditegaskan, pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan di YIA yang berlaku mulai dari pintu masuk bandara sampai dengan penumpang menggunakan pesawat dan sebaliknya. Salah satunya dengan penyediaan alat terma scanner digital untuk mengetahui suhu tubuh calon penumpang.

“Semua yang mengakses YIA tanpa terkecuali harus mengikuti aturan bandara tentang physical distancing. Kami memberikan jaminan YIA bersih dan bebas Covid-19,” tegasnya.

Kendati demikian, ada perbedaan syarat antara penumpang penerbangan domestik dan internasional. Calon penumpang penerbangan domestik, syarat bisa melakukan perjalanan udara harus terlebih dulu memiliki dokumen bebas Covid-19 minimal berdasarkan hasil rapid test yang masa berlakunya tiga hari. Sedangkan calon penumpang penerbangan internasional wajib melakukan test PCR atau swab yang masa berlakunya tujuh hari.

“Jadi yang berangkat dari Malaysia harus punya dokumen bebas Covid-19 berdasarkan test PCR. Nanti Sampai di sini KKP akan mengecek keabsahan dokumen tersebut. Aturan itu juga berlaku bagi penumpang yang berangkat dari sini,” ucapnya.

Perbedaan syarat ini terkait potensi penularan virus yang mana tingkat penularan dari perjalanan lintas negara lebih tinggi dibandingkan domestik, sehingga lebih aman jika dokumen kesehatan berdasarkan hasil tes swab. (tom/laz)