RADAR JOGJA – Data kasus bunuh diri di Gunungkidul masih tinggi. Tahun ini, sampai dengan 8 Juli 2020, tercatat ada 18 orang mengakhiri hidup dengan cara tragis. Terbaru, seorang pemuda warga Gedangsari ditemukan tak bernyawa dalam posisi leher terlilit tali.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nurwidhiastuti mengatakan, pergerakan kasus bunuh diri mulai terlihat sejak awal tahun. Januari 2020, tercatat tiga kasus orang gantung diri. Februari muncul empat kasus, Maret, tiga kasus.

“Sementara dari Januari sampai dengan awal Juli tahun ini 18 kasus. Sebanyak 16 orang bunuh diri dengan cara gantung diri, dan 2 orang menenggak racun,” kata Enny Nurwidhiastuti saat dihubungi kemarin (8/7).

Terkait dengan upaya minimalisir kasus, bersama dengan pemkab dan pihak terkait terus melakukan sosialisasi pencegahan bunuh diri. Dari kepolisian melalui Babinkamtibmas kemudian menindaklanjuti dengan komunikasi intens untuk mendeteksi potensi orang mengakhiri hidup.

“Setiap keluarga harus peka, begitupun tetangga agar bersama-sama saling menjaga satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu, Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Ida Rochmawati mengatakan, salah satu pemicu penyebab bunuh diri dikarena depresi. Dengan demikian penderita gangguan jiwa tersebut perlu pertolongan. “Ganguan kejiwaan terbagi dalam tiga kategori, ringan, sedang dan berat,” kata Ida.

Ciri-ciri orang mengalami gangguan jiwa ringan seringkali stres, depresi atau mengalami suatu keadaan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Ganguan jiwa, khususnya penderita depresi bisa berdampak fatal. “Kami berharap ada kerja sama lintas sektoral untuk bersama-sama melakukan penanggulangan. Salah satunya, mengantisipasi kejadian bunuh diri dengan sosialisasi tentang penting kesehatan jiwa,” ucap anggota Satgas Berani Hidup itu.

Seperti diketahui, kemarin seorang pemuda berusia 20 tahun warga Kalurahan Ngalang, Kepanewon Gedangsari, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia menjadi pelaku bunuh diri. Pemuda berinisial AG mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon mangga tak jauh dari rumah.

Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan mengatakan peristiwa nahas itu diketahui sang ayah. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ada unsur meninggal akibat campur tangan pihak lain. Murni bunuh diri. “Mengenai motif bunuh diri masih kami dalami,” kata Solechan. (gun/bah)