RADAR JOGJA – Empat siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 49 Polda DIJ menjalani donor plasma di RSUP Sardjito. Keempatnya adalah pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dinyatakan sembuh. 

Awalnya mereka dinyatakan positif pasca menjalani Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) di Sukabumi Jawa Barat. 

Empat siswa SIP ini diantaranya Agung Untoro, Dani Hasan, Dwi Jaka dan Riyanto. Proses pengambilan plasma melalui seleksi ketat. Selain sehat dari Covid-19 juga wajib tak memiliki penyakit bawaan atau komorbid. 

“Pengambilan plasma darah sebagai bagian dari bentuk antibodi bagi kekebalan pasien yang terjangkit. Nantinya plasma ini bukan hanya untuk di Jogja saja tapi digunakan di seluruh Indonesia,” jelas Wakapolda DIJ Brigjen Polisi Raden Slamet Santoso ditemui di RSUP Sardjito, Rabu (8/7).

Aksi donor plasma ini sendiri sebagai wujud komitmen kepolisian terhadap penanggulangan Covid-19. Terlebih pihaknya turut bergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ. Tepatnya dalam bidang penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Penanganan Covid-19, lanjutnya, juga ada keterlibatan Polri. Khususnya adanya dampak pasca pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Tak hanya dari sisi kriminalitas tapi juga humanis dan sosial. Seperti penyaluran bantuan sosial hingga aksi donor plasma darah.

“Kebetulan beberapa anggota kami pernah jadi pasien (Covid-19). Lalu plasma darahnya bisa diambil dan jadi antibodi untuk diberikan kepada pasien lain,” katanya.

Salah satu siswa SIP Untoro mengaku siap menjadi donor plasma secara rutin. Diketahui bahwa pendonor plasma dapat mendonorkan kembali dengan rentang waktu minimal 14 hari dari pendonoran pertama. 

Calon Inspektur Dua Polisi ini juga meminta agar lingkungan mendukung pasien positif Covid-19. Langkah ini dapat memberikan suntikan moral dan psikis. Secara tidak langsung juga membantu proses penyembuhan.

“Ada kesempatan untuk membantu kenapa tidak. Covid bukan untuk ditakuti, buktinya kami bisa sehat dan terhilang dari virus tersebut. Bagi yang punya saudara tepapar jangan jauhi mereka, beri dukungan agar cepat sembuh. Covid bukan aib yang harus ditakuti,” katanya.(dwi/tif)