RADAR JOGJA – Pada 2002 silam, Joko Tri Harmanto atau Jack Harun divonis terlibat aksi pengeboman Bom Bali I. Dia cukup dekat dengan Amrozi, Imam Samudra juga Dulmatin. Vonis enam tahun penjara 4,5 tahun dan mendapatkan bebas bersyarat.

Kini para mantan narapidana kasus terorisme (Napiter) itu sudah menyadari kesalahannya. Bahkan berniat membantu pemerintah. “Dulu saya memposisikan Polri dan NKRI sebagai thogut. Namun sekarang saya siap mensukseskan program pemerintah dan polisi,” ucapnya, di sela kegiatan bakti sosial, Selasa (7/7).

Sejumlah mantan napiter yang tergaung dalam Yayasan Gema Salam menggelar aksi bakti sosial (baksos) membagikan masker dan hand sanitizer gratis kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Peringatan Hari Bhayangkara ke-70.

Ketua Yayasan Gema Salam Joko Tri Harmanto mengatakan, Yayasan Gema Salam berdiri 2018 di Solo, Jawa Tengah. Yayasan ini menaungi sekitar 50-an orang mantan napiter di wilayah Jawa Tengah dan DIJ. Yayasan ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan menyasar seluruh elemen masyarakat. “Kali ini kami ingin bagikan masker dan hand sanitizer di Kulonprogo, tepatnya di Pedukuhan Wonogiri, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah,” ucapnya (7/7).

Kegiatan kali ini merupakan salah satu upaya mengikis stigma negatif di masyarakat terkait napiter. Selama ini banyak masyarakat yang masih takut dengan anggota yayasan. “Tidak perlu takut, kami semua sudah sadar dan berubah serta kembali ke NKRI bersahabat dengan siapapun. Kegiatan kali ini menjadi bukti, kami kembali ke NKRI dan bersahabat dengan siapapun termasuk dengan polisi,” jelasnya.

Menurut dia, napiter anggota Yayasan kini bahkan menjadi mitra pemerintah dan kepolisian dalam memberantas radikalisme dan terorisme. Kerap menjadi nara sumber dalam diskusi ataupun sosialisasi menyangkaut masalah deradikalisasi di sekolah, instansi hingga akademisi. “Kami juga masuk ke rutan mengunjungi napiter yang masih menjalani hukuman penjara untuk ikut menyadarkan mereka,” ujar mantan napiter yang sempat dipenjara selama enam tahun di LP Cipinang, Jakarta ini.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan mengapresiasi apa yang dilakukan Yayasan Napiter tersebut. Terlebih mereka sudah sadar kembali berjuang untuk NKRI. “Saya mengapresiasi langkah mereka, apa yang dilakukan cukup berguna meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19,” ucapnya. (tom/pra)