RADAR JOGJA – Tiga hari berturut-turut DIJ mengalami lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hari ini, terdapat tujuh kasus baru. Tercatat sebagai kasus 342 hingga kasus 348. Akibat penambahan ini akumulasi kasus positif Covid-19 yang ditangani di DIJ mencapai 346 kasus, setelah dua kasus lainnya dikembalikan ke daerah asal.

Detil perkasus di antaranya kasus 342, perempuan berusia 30 tahun asal Kulonprogo. Pasien ini memiliki riwayat kontak dengan warga Solo. Kasus 343, perempuan berusia 52 tahun asal Bantul. Memiliki kontak riwayat dengan kasus 322. Kasus 344, perempuan berusia 49 tahun asal Bantul. Memiliki kontak riwayat dengan kasus 314.

Ada pula kasus 345, laki-laki berusia 37 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat perjalanan dari Kediri. Kasus 346, perempuan berusia 30 tahun asal Sleman. Memiliki kontak riwayat dengan kasus 323. Kasus 347, laki-laki berusia 65 tahun asal Gunungkidul. Ada riwayat perjalanan dari Surabaya. Kasus 348, anak laki-laki berusia 3,5 tahun asal Kulonprogo. Memiliki riwayat kontak dengan kasus 327.

“Catatan kasus hari ini mayoritas local transmision. Setidaknya ada empat kasus. Salah satunya kasus 348, itu anak dari pasien kasus 327,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtningsih, Selasa (7/7).

Upaya tracing telah berlangsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) wilayah. Terkait prosedur ini, Berty mengakui tidak mudah. Pertama, perlu waktu untuk menelusuri setiap kasus. Tak hanya kontak interaksi tapi juga riwayat perjalanan.

Kendala lain adalah ketidak jujuran para pasien. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ ini menuturkan perlu pendekatan khusus. Bahkan keterangan awal belum tentu bisa menjadi catatan medis bagi tim Gugus Tugas Covid-19.

“Terkadang saat menanyakan riwayatnya, belum tentu mau menjawab dengan jawaban yang benar dan jujur. Untuk tracing langsung oleh teman-teman di Dinkes Kabupaten Kota yang melakukan,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut melaporkan empat pasien sembuh. Diawali oleh kasus 275, laki-laki berusia 51 tahun. Kasus 308, laki-laki berusia 41 tahun. Keduanya berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Kasus 314, laki-laki berusia 58 tahun. Kasus 322, laki-laki berusia 20 tahun. Keduanya berasal dari Bantul. 

“Total kasus sembuh menjadi 282 kasus. Yang masih rawat inap isolasi masih 56 pasien. Untuk kasus-kasus terbaru, sebagian besar dari kontak tracing statusnya OTG (orang tanpa gejala). Jadi sakitnya tidak ada yang sampai sedang apalagi berat,” ujarnya.

Pemeriksaan hari ini merupakan uji laboratorium dari 132 specimen. Seluruh sampel ini milik 79 orang. Laboratorium pemeriksa diantaranya BBTKLPP, Balai Besar Veteriner dan RSUP Sardjito.

“Kami juga mendapatkan laporan mortalitas. Laki-laki berusia 58 tahun asal Sleman. Sosok ini sudah menjalani uji swab sebanyak 2 kali tapi hasil masih proses laboratorium,” katanya. (dwi/tif)