RADAR JOGJA –¬†Kuota peserta didik baru di SD dan SMP Kabupaten Sleman masih tersisa ribuan kursi. Padahal penerimaan peserta didik baru (PPDB) telah berakhir. Oleh karena itu, sejumlah SD dan SMP yang kuotanya belum terpenuhi, diberikan perpanjangan waktu menerima siswa hingga awal tahun ajaran baru, 13 Juli mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono menyebutkan, daya tampung SD negeri dan swasta se-Kabupaten Sleman secara keseluruhan sebanyak 18.055 kursi. Kuota yang sudah terisi sebanyak 13.211, dan 4.833 lainnya masih kosong.

“Disampaikan ke sekolah, baik negeri maupun swasta, jika masih tersisa kuota dan masih ada siswa yang belum mendapatkan sekolah, maka bisa menerima sampai nanti awal ajaran baru 13 Juli,” jelasnya dalam jumpa pers di Komplek Pemkab Sleman, Selasa (7/7).

Untuk SMP Negeri di Kabupaten Sleman, lanjut Arif, daya tampungnya  sebanyak 7.904. Kouta terisi sebanyak 7.882 dan masih tersisa 22 kursi. Sedangkan daya tampung SMP swasta sebanyak 6.400 kursi. Telah terisi 4.902 dan 1.498 lainnya masih kosong.

“SMP yang masih kuotanya yakni SMP N 3 Prambanan ada 9, SMP N 4 Prambanan ada 8, dan SMP N 2 Gamping ada 5. Sekolah yang belum terpenuhi masih bisa menerima siswa yang calon siswa belum mendapatkan sekolah, baik SMP negeri maupun swasta,” tambahnya.

Arif menilai PPDB di Sleman tahun ini berjalan dengan baik dan memberikan rasa keadilan bagi calon peserta didik. Kuota peserta didik yang masih tersisa disebabkan banyaknya peserta didik yang tidak melakukan daftar ulang dan memilih bersekolah di Kota Jogja.

“Kebijakan kami agar siswa yang belum diterima di sekolah manapun, baik SD maupun SMP tetap dapat menempuh pendidikan. Untuk melaksanakan program wajib belajar 9 tahun,” tandasnya. (sky/tif)