RADAR JOGJA – Tim Braille Netra (B-Netra) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta berhasil meraih Juara 1 dan predikat Best Paper dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Pekan Riset Ilmiah Mahasiswa Nasional (PRISMA) yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram (Unram). Untuk Juara 2 diraih oleh UGM, Juara 3 UPR, Harapan 1 Unram, Harapan 2 Unibraw, Harapan 3 UI, Best Paper UAD, Best Presentation UPR, Best Implementation ITS, dan Best Poster UPR. 

Lomba bertema ‘Peran Pemuda Dalam Mengoptimalkan Sumber Daya dan IPTEK Guna Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030’ ini dilaksanakan secara online pada 27 dan 28 Juni lalu. Tim UAD meraih predikat terbaik setelah menyisihkan 259 tim dari 74 PTN dan PTS se-Indonesia. B-Netra adalah karya tiga mahasiswa PGSD FKIP UAD yakni Gilang Aditya, Aristia Indriani, dan Anenggar Dewi Puspita.

Dosen Pembimbing tim Ragil Kurniawan memaparkan, timnya membuat media pembelajaran untuk siswa tuna netra dengan tujuan meningkatkan literasi sains. Ke depan, tuntutan dan pembinaan untuk peningkatan literasi data dan digital juga menyasar ke siswa berkebutuhan khusus. Karena pada prinsipnya hak belajar siswa difabel adalah sama bahkan seharusnya lebih diutamakan.

“Media B-Netra berbentuk buku braille yang mengombinasikan antara audio, kinestetik, dan taktil dalam satu media dengan tujuan memaksimalkan potensi panca indra tunanetra. Bersifat fleksibel dan dapat digunakan saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran, dan lebih murah,” jelas Ragil melalui keterangan tertulis, Selasa (7/7).

Media tersebut berisi karya sastra seperti cerpen dan deskripsi kontekstual tentang hal-hal yang khas dari suatu daerah. Contohnya, cerita rakyat tentang rimpang atau empon-empon dan dedaunan. Selain penjelasan di buku, ada fisik empon-emponnya sehingga dengan perabaan dan penciuman siswa bisa membedakan antara satu rimpang dengan rimpang yang lain.

“Harapannya dengan kombinasi cerita, deskripsi kontekstual, dan fisik, siswa tuna netra dapat memaksimalkan potensi imajinatif, kreatif, dan kritisnya, dan memaksimalkan indera yang dimiliki dalam mempelajari tentang lingkungan sekitarnya,” terang Ragil.

Media ini, lanjut Ragil, juga terhubung dengan audio YouTube yang bisa diakses menggunakan kode QR. Pada bagian ini, siswa diarahkan agar mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti smartphone dalam kegiatan belajar

“Konten audio adalah deskripsi lebih lanjut tentang objek pembahasan yang diceritakan pada cerita sastra, dengan backsound yang dapat membuat siswa rileks saat memahami pesan yang disampaikan,” tambahnya.

Kaprodi PGSD UAD Sri Tutur Martaningsih mengaku bersyukur dan bangga dengan prestasi yang diraih oleh mahasiswanya. Dia berharap pencapaian ini bisa menginspirasi kreativitas mahasiswa lainnya. 

“Kami dari prodi sangat mensupport prestasi mahasiswa bidang akademik maupun non akademik. ‘Produktif Berkemajuan’ menjadi slogan kami di PGSD. Terimakasih atas dukungan pihak kampus yang memberikan peluang sangat luas kepada seluruh sivitas akademika untuk berprestasi di bidangnya masing-masing,” ungkapnya. (sky/tif)