RADAR JOGJA – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2020 terus bergulir. KPU Gunungkidul memberi perhatian khusus pada bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan. Verifikasi faktual (verfak) itu mulai dari perbaikan kegandaan dokumen hingga penetapan bapaslon.

Verifikasi dilakukan panitia pemilihan suara (PPS) dan petugas peneliti di tingkat desa. Ratusan petugas turun ke rumah warga melaksanakan verfak ini.  Hasilnya, ditemukan 9.182 dukungan ganda untuk dua calon perseorangan. Dukungan ganda untuk pasangan  Anton Supriyadi-Suparno dan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati. Satu orang memberikan dukungan ke lebih dari satu bapaslon

“Dalam satu pasangan bakal calon ini terdapat NIK, nama orang lebih dari satu tapi pada saat diteliti lagi ternyata NIK itu milik satu orang saja,” kata Ketua KPU Gunungkidil, Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi Minggu (5/7).

Selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi ulang untuk memastikan satu orang mendukung satu bapaslon. Tujuan verfak demi memastikan apakah warga memberikan dukungan kepada bapaslon atau tidak.“Kalau tidak mendukung harus membuat surat pernyataan, baru bisa dinyatakan dukungan tidak memenuhi syarat. Tapi, jika tidak mau membuat surat pernyataan, maka tetap dinyatakan memenuhi syarat,” ujarnya.

Dijelaskan, ada sekitar 91.000 berkas yang harus diverifikasi faktual. Dia mengingatkan kepada bapaslon agar persiapan data pendukung cadangan. Jika berkas dukungan belum memenuhi persyaratan sebanyak 45.443 pendukung setelah dilakukan verifikasi faktual, maka ada konsekuensi.

Sementara itu, Pjs Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidu, Tri Asmiyanto ketika dikonfirmasi mengaku sedang melakukan kajian terhadap dukungan ganda.  Selain itu, pihaknya mendengar informasi  warga yang mengaku tidak pernah menyetorkan syarat dukungan kepada pasangan bakal calon perseorangan.

“Ini proses verfak masih berlangsung ya. Nanti kita uraikan, dikaji oleh tim secara hukum, secara sosial dan secara administratif, karena kita tidak boleh buruk sangka dulu,” kata Tri Asmiyanto.

Terpisah, Bapaslon Kepala Daerah Independen Anton Supriyadi mengatakan, pencarian dukungan di pangan melibatkan tim kemenangan. Namun jika belakangan dalam verfak ditemukan data ganda pihaknya tidak bisa berbuat banyak. “Ini kan data ganda eksternal ya,” kata Anton.

Mantan anggota DPRD Gunungkidul itu mengaku optimis bisa ditetapkan sebagai calon kepala daerah independen. Pihaknya juga mengaku siap jika ternyata dalam verfak harus menyiapkan data pendukung cadangan. “Kalau kurang (dukungan) kami cari lagi,” ujarnya. (gun/bah)