RADAR JOGJA – PDI Perjuangan menegaskan proses kelahiran Indonesia melalui perjuangan panjang. Hingga akhirnya merdeka karena kekuatan sendiri dan berdiri dengan landasan kokoh yang digali melalui pemikiran yang jernih, membumi, dan sekaligus visioner.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan hal ini saat merespons kondisi sosial politik di tanah air. Ini juga berkaitan dengan sikap kelompok masyarakat terhadap ideologi negara Pancasila.

”Terbukti dengan Pancasila, Indonesia bersatu dan mampu menghadapi berbagai ujian sejarah seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS. Terbukti dengan Pancasila Indonesia bersatu untuk semua dan setiap warga negara setara. Dengan Pancasila kita selalu satu,” kata Hasto di Jakarta,  Minggu (5/7).

Hasto menyatakan dengan ideologi yang menjadi pemersatu tersebut maka jelaslah bahwa Pancasila terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kehidupan berbangsa.  ”Melalui Pancasila pula kita tegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara theokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme. Indonesia adalah negara Pancasila, suatu konsepsi negara kebangsaan yang berdiri di atas paham individu atau golongan,” kata Hasto Kristiyanto.

Berdasar ideologi Pancasila bangsa Indonesia mampu mengatasi berbagai paham yang anti ketuhanan dan anti kemanusiaan. Berbagai bentuk bom bunuh diri sebagaimana terjadi di Kota Surabaya pada 2018 adalah contoh paham yang buta terhadap nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

PDI Perjuangan bersama segenap komponen bangsa lainnya menolak berbagai upaya baik dari ekstrem kiri maupun ekstrim kanan yang mencoba mengganti Pancasila.  Karena itulah dukungan terhadap Pancasila sebagaimana sering disuarakan akhir-akhir ini, termasuk oleh mereka yang sebelumnya memiliki pandangan ideologi berbeda. ”Ini merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara,” kata Hasto.

Di kesempatan terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menambahkan, upaya membumikan Pancasila butuh kerja nyata semua elemen masyarakat. DIJ dengan semangat Jogja Istimewa berkomitmen jalankan Pancasila dalam keseharian dan rujukan pengambilan kebijakan publik.

Eko Suwanto yang pada 2010 menjadi salah satu korlap dan memimpin aksi rakyat menuntut Keistimewaan DIJ yang melahirkan UU Keistimewaan DIJ ini menambahkan, kini saatnya untuk implementasi program kerakyatan. ”Guna membawa rakyat lebih bahagia dan sejahtera. PDI Perjuangan berkomitmen penuh dalam jalankan program kerakyatan dengan rujukan Pancasila dan konstitusi.  PDI Perjuangan senantiasa konsisten menjaga dan melaksanakan Pancasila dan Keistimewaan DIJ,” kata Eko yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja. (ila)