RADAR JOGJA – Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker sebanyak 5.000 buah.

Total nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp 1 miliar untuk tujuh Rumah Sakit di enam kota besar di Indonesia. Jogjakarta, bantuan diserahkan ke RSUP. Dr Sardjito sebanyak 500 APD.

Penyaluran ke RSUP Dr Sardjito ini merupakan yang kedua untuk pemberian APD. Rencananya Bank Mantap akan memberikan 3.500 buah APD beserta masker kepada RS. Unair Surabaya, RSUD Kota Tangerang, RS. Sanglah Bali dan Wisma Atlit Jakarta yang sebelumnya telah dilaksanakan pemberian APD kepada RS. Hasan Sadikin Bandung sebanyak 1.000 buah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Bank Mantap kepada garda terdepan dalam penanggulangan virus covid-19 yaitu para dokter dan suster. Semoga aktivitas sosial ini dapat diterima dengan baik oleh RSUP. Dr Sardjito Jogjakarta,” ungkap Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso saat penyerahan APD secara simbolis kepada Direktur Utama RSUP. Dr Sardjito dr. Rukmono Siswishanto, Senin (6/7).

Josephus menambahkan, program ini merupakan realisasi dari Program Mantap Peduli yaitu program internal pegawai Bank Mantap yang menyisihkan dari pendapatan mereka. Dari program ini berhasil mengumpulkan Rp 2,1 miliar secara sukarela dari seluruh pegawai.

Dana bantuan tersebut akan dikonversi menjadi APD sebesar 50 persen dari total sumbangan serta paket sembako berisi beras, minyak, gula dan bahan pokok lainnya sebesar 50 persen dari total sumbangan yang rencananya akan disalurkan sebanyak 4.500 paket.

“Sesuai dengan budaya Bank Mantap, TOPP, tangguh, optimal, profesional dan peduli. Ini bentuk kepedulian kami pada kondisi sekitar,” jelasnya.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Dr. Rukmono Siswihanto mengapresiasi bantuan APD dari Bank Mantap.

“Terimakasih pada karyawan Bank Mantap yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disumbangkan dalam bentuk APD,” tuturnya.

Rukmono pun menyebut, saat ini kebutuhan APD masih sangat dibutuhkan RS. Karena, lanjut dia, meski sudah mengarah new normal masih diperlukan kewaspadaan masyarakat.

Apalagi kasus penyebaran korona masih ada. Dalam kesempatan itu, dia juga mengingatkan, new normal bukan berarti kembali ke kebiasaan lama. “Kasusnya masih ada, meski mungkin tidak sebanyak kemarin,” tuturnya.

Untuk kebutuhan APD sendiri, dirinya mencontohkan, untuk masker N-95 dalam sehari saja butuh 80 unit. Ditambah lagi pelayanan di RS sudah kembali ramai.

Untuk pasien rawat jalan per hari kini bisa lebih dari 1.500 per harinya. Padahal saat pandemi lalu hanya sekitar 500 orang per hari.

“Kebutuhan seperti masker tidak hanya untuk tenaga kesehatan, juga untuk pasien dan keluarganya,” tutup Rukmono. (*/naf)