RADAR JOGJA – Jelang rangkaian tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman akan melakukan rapid test (RDT) bagi penyelenggara pemilu. Total ada 687 orang penyelanggara pemilu yang akan menjalani tes deteksi dini penularan covid-19 tersebut.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, RDT akan dilaksanakan di lingkungan KPU Kabupaten, PPK di kecamatan, dan PPS di desa baik untuk anggota ataupun sekretariat. Dari pendataannya, total ada 687 orang yang akan menjalani RDT. Mereka terdiri dari lima orang anggota dan tiga orang sekretariat yang bertugas di 17 kecamatan. Lalu tiga orang anggota dan tiga orang sekretariat di 86 desa, dan 35 orang di KPU Kabupaten Sleman.

Trapsi menyampaikan, pemilihan bupati dan wakil bupati Sleman tahun tahun ini memang akan berbeda dari sebelumnya. Sebab, pemilihan tahun ini dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19. Dikatakan, faktor kesehatan dan keselamatan menjadi hal yang mutlak diutamakan dalam proses penyelenggaran pemilihan selain faktor kelancaran dan kesuksesan teknis penyelenggaraan. ”RDT digunakan sebagai sreening atau penyaringan awal,” ujar Trapsi.

Selain RDT,  serangkaian upaya pencegahan persebaran Covid-19 perlu dilakukan. Salah satunya dengan cara mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan. Kemudian harus disediakan pula alat pelindung diri (APD) bagi para petugas.”Kami ingin memastikan semua jajaran penyelenggara dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan pemilihan di awal tahapan,” terangnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berkordinasi dengan pihak terkait dengan pelaksanaan rapid test ini. Pihaknya tengah menyusun mekanisme dan tahapan pelaksanaannya. (inu/din)