RADAR JOGJA – Satuan Brigade Mobile (Sat Brimob) Polda DIJ melakukan penyemprotan disinfektan di area Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Kalasan Sabtu(4/7). Sebanyak 101 santri yang berasal dari luar wilayah DIJ juga melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Kepala Biro Operasi Polda DIJ Kombes Pol Hermansyah menjelaskan dari 101 santri yang melakukan RDT, seluruhnya adalah non reaktif. Adanya RDT dan disinfeksi di wilayah ponpes ini dilakukan karena banyaknya santri yang datang dari luar wilayah. “Hal ini dilakukan, agar santri baru yang masuk ke wialayah DIJ dipastikan tidak terpapar Covid-19,’’ jelas Hermansyah.

Hermansyah menambahkan, bagi ponpes yang lainnya juga diimbau untuk melakukan kegiatan serupa sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. Ponpes harus menerapkan protokol kesehatan dan bisa bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat. Maupun bekerjasama dengan pihaknya. Polda DIJ akan membantu dengan mendatangkan tenaga medis. “Ini demi kebaikan kita semua agar persebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” tambahnya.

HARUS SEHAT: Sebanyak 101 santri berasal dari luar wilayah DIJ melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) di area Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Kalasan (4/7). ( ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA )

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman Sa’ban Nuroni menjelaskan saat ini di Sleman setidaknya ada 150-an ponpes. Hanya saja, dari keseluruhan ponpes belum memperoleh Surat Keterangan Aman Covid-19 dari Gugus Tugas Kabupaten Sleman. Menurut Sa’ban, belum diperolehnya SE karena surat yang baru terbit pada 30 Juni. “Dan ini baru sosialisasi,” ungkap Sa’ban.

Dalam SE itu, pengurus ponpes dan pendidikan keagamaan berasrama se-Kabupaten Sleman untuk mengajukan permohonan surat keterangan aman Covid-19. Nantinya, surat keterangan diajukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Sleman.

Permohonan diajukan dengan melampirkan data jumlah pendidik dan peserta didik, surat pernyataan kesanggupan penyelenggaraan pembelajaran di pesantren dan pendidikan keagamaan berasrama. Sementara bagi yang datang dari luar wilayah DIJ, diharapkan membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan daerah asal. “Yang belum membawa, dapat mencari dari fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di DIJ,” jelasnya. (eno/din)