RADAR JOGJA – Sebanyak 2.441 peserta calon mahasiswa menjalani Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kampus 2 UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), Babarsari, Sleman, Minggu (5/7). UTBK dilaksanakan dengan protokol Kesehatan yang ketat dalam dua tahap. Tahap pertama 5-14 Juli, dan tahap 20-29 Juli.

Rektor UPNVY Irhas Effendi menyatakan kampusnya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Gugus Tugas Covid-19, dan rumah sakit. 

“Kami telah mendapat rekomendasi dari Dinkes kabupaten Sleman dan setiap peserta sudah membawa surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki ijin praktek,” jelasnya.

Dalam satu hari UTBK akan terbagi menjadi dua sesi. Per sesi diikuti sebanyak 150 peserta di 10 ruangan yang disediakan. 

“Untuk komputer per ruangan ada 30 komputer, tapi hanya 15 komputer yang digunakan karena mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UPNVY Hendro Wijanarko menambahkan, pihaknya menggelar UTBK dengan protokol kesehatan meski hanya digelar di satu tempat, yaitu di Gedung Patimuta Kampus 2, Jalan Babarsari, di lantai 1, 2, dan 3.

Para peserta UTBK wajib membawa kartu peserta ujian, KTP/SIM/Kartu Pelajar, fotokopi ijazah yang telah dilegalisir atau surat keterangan lulus asli  dan alat tulis sendiri. 

“Bagi peserta yang melakukan relokasi UTBK dan mengalami sakit pada tahap pertama, peserta bisa mengikuti ujian di tempat yang sama pada tahap kedua yang akan dilaksanakan 20-29 Juli 2020,” ujarnya.

Untuk Protokol Kesehatan, pihaknya memastikan seluruh peserta UTBK wajib menggunakan masker, baju lengan panjang, handscoon, menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik serta menghindari kerumunan. 

“Bagi pengantar peserta ujian, hanya diperbolehkan masuk sampe ruang drop off dan tidak diperkenankan berada di area ujian selama ujian,” ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 UPNVY Eko Teguh Paripurna menegaskan, sebelum menggelar UTBK, UPNVY telah berkoordinasi mendapat rekomendasi dan memenuhi syarat. Sebelum mengikut UTBK, setiap peserta dicek suhu badannya, wajib mencuci tangan sebelum masuk ruangan dan wajib mengenakan masker.

“Di dalam ruangan jarak duduk juga sudah diatur sesua protokol kesehatan. Semua pengawas yang berjumlah 10 orang mengenakan alat pelindung diri. Sebelum peserta masuk dilakukan sterilisasi ruangan dengan penyemprotan desinfektan,” terangnya. (sky/tif)