RADAR JOGJA – Wilayah pantai selatan DIJ kembali ditemukan kemunculan ubur-ubur atau impes. Bulan ini hingga Agustus merupakan puncak siklus kemunculan ubur-ubur beracun (rhizotomae).

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko mengatakan, ubur-ubur banyak ditemukan terdampat di daratan, namun meskipun sudah terdampar di daratan ubur-ubur masih dalam kondisi hidup dan bisa menyengat. “Potensi sengatan ubur-ubur masih akan tinggi jika pengunjung sudah mulai ramai kembali,” ungkapnya, kemarin (3/7).

Menurut dia, fenomena kemunculan ubur ubur ini sudah lazim terjadi di pantai selatan Kulonprogo, ubur-ubur memang biasa muncul di waktu perubahan musim sekitar Juli dan Agustus. Kawanan ubur-ubur akan datang dan mendarat di pantai saat posisi air laut dalam suhu yang dingin. “Saat pancaroba tahun lalu kasus sengatan ubur-ubur juga terjadi,” ujarnya.

Hal yang sama juga ditemukan di Gunungkidul. Sekretaris Tim SAR Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, potensi ancaman ubur-ubur hampir merata di kawasan pantai selatan kecuali Pantai Baron, karena terdapat muara aliran sungai air tawar. Selama penerapan uji coba operasional wisata di masa pandemi virus korona, puluhan orang tersengat ubur-ubur. “Di antara wisatawan sampai dilarikan ke puskesmas,” kata Surisdiyanto
Dia menjelaskan, banyak kasus terjadi wisatawan tersengat ubur-ubur lantaran penasaran dan mencoba memegang. Padahal jika tersengat dapat menimbulkan rasa sakit hingga hampir pingsan karena kondisinya tidak fit. “Wisatawan kami imbau agar menjauhi binatang laut tersebut.  Anak-anak biasanya menyentuh karena bentuknya tergolong unik,” ungkapnya.

Kata Suris, tubuh ubur-ubur menyerupai payung berumbai. Sekilas tidak nampak sifat buruknya. Namun begitu terganggu, siapa yang menyentuhnya bakal diberi kejutan berupa sengatan. Paling ringan nyeri hingga sesak nafas.
Menurut dia, ubur-ubur hilang dengan sendirinya jika datang musim penghujan. Karena sakarang masuk musim kemarau dia mengimbau wisatawan agar waspada dan tidak asal menyentuh jika ada binatang laut yang tidak dikenal. “Dalam beberapa pekan terakhir sudah lebih dari 60 wisatawan tersengat ubur-ubur,” ujarnya. (gun/tom/pra)