RADAR JOGJA – Jajaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jogjakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pil jenis psikotropika ke dalam penjara. Temuan ini berlangsung dalam tiga pekan terakhir. Modus yang digunakan adalah melempar narkotika ke dalam komplek lapas.

Temuan pertama berupa 950 butir pil excimer. Obat jenis psikotropika ini ditemukan 20 Juni. Selang sepekan kembali ditemukan 85 butir kaplet dan 966 butir pil excimer. Bersamaan dengan itu adapula dua gawai merk Nokia dan Tellus.  

“Temuan ketiga 2 Juli kemarin. Gagalkan dua bungkus diduga tembakau gorila, lalu ada 17 paket (tembakau gorila) juga, nimetazepam satu butir, alprazolam 14 butir dan SIM card 9 buah. Semua temua sudah kami serahkan polisi,” jelas Kalapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta Yohanes Waskito ditemui di kantornya, Jumat (3/7).

Terkait modus penyelundupan masih memanfaatkan celah penjagaan. Barang-barang dilempar dari luar tembok lapas. Seluruh barang dibungkus dengan plastik dan diberi pemberat.

Waskito belum bisa memastikan siapa pelempar maupun penerima kiriman tersebut. Terlebih barang-barang selundupan ditemukan di celah antara tembok terluar dengan pagar blok lapas. Celah ini adalah kawasan steril dari warga binaan lapas.

“(Barang yang dilempar) Belum ada yang sempat diambil napi. Kalau dapat diluar pasti periksa dalam, dan geledah setiap sel. Benda yang dilempar itu jatuhnya di brandgang. Bungkusnya dibuat seperti bola dilakban dan diberi pemberat bayi dan besi agar lemparan jauh,” katanya.

Waskito tak menampik upaya penyelundupan narkotika ke dalam lapas terus terjadi. Selain modus lempar adapula yang tersamarkan melalui barang bawaan pembesuk. Mayoritas disembunyikan di dalam makanan bagi warga binaan.

Upaya penyelidikan dan pencegahan terus berlangsung. Tak hanya kepada warga binaan tapi juga mencegah munculnya kurir oleh oknum pegawai lapas. Sayangnya hingga saat ini belum ada temuan tersangka pemilik barang selundupan.

“Pemiliknya masih dicari, karena ini barang tak bertuan. Barang dilempar biasanya diambil dengan kurirnya lagi, tapi tidak temukan orang yang ambil. Masih dalam penelusuran dan selidiki terus pemiliknya siapa,” tegasnya.

Maraknya kasus pelemparan barang selundupan tak menutup kemungkinan kebijakan baru. Berupa peningkatan fasilitas pencegah terjadinya kejadian serupa. Salah satunya adalah peninggian tembok lapas.

“Kendala lain adalah lapas berada di tengah pemukiman warga. Ada sawah lalu sisi barat berbatasan dengan RS Grhasia. Ini rawan kejadian seperti itu,” ujarnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta Kelik Sulistiyanto memastikan patroli berlangsung rutin. Terkait temuan ketiga, kuat dugaan berlangsung dini hari. Tim patroli awal pukul 22.30 tak menemukan barang mencurigakan di sekitar brandgang.

Paket narkotika tersebut baru ditemukan setelah patroli kedua, Kamis dini hari (2/7) tepatnya 02.11. Personel keamanan menemukan benda tertutup plastik berbentuk bola. Saat dibuka ternyata isinya adalah paket tembakau gorila, psikotropika dan gawai.

“Tinggi tembok itu 4-5 meter. Paling luar ada pagar, lalu tembok,  masuk ada sekat dan pagar. Jarak 7 meter baru bangunan blok. Jarak total itu 30 meter. Dilempar dari tempat yang berbeda-beda. Tidak selalu menemukan barang di titik yang sama,” katanya. (dwi/tif)