RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) siap memperjuangkan status DIJ, khususnya Stadion Mandala Krida sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. Selain perbaikan stadion, juga dukungan fasilitas penunjang lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sejak awal Pemprov DIJ memang mendukung penuh agar Piala Dunia U-20 bisa dilaksanakan di DIJ. Hal itu ditunjukkan dengan adanya alokasi dana khusus untuk ajang tersebut. Kala itu dana tak kurang dari Rp 60 Miliar disiapkan untuk memperbaiki Stadion Mandala Krida dan fasilitas penunjang yang lain. Namun, dana itu harus dialihkan untuk kepentingan yang lebih mendesak.”Yakni penanganan pandemi Covid-19,’’ katanya, Kamis (7/2).

Ketika itu DIJ berkomitmen untuk menyediakan dana sebesar itu lantaran ada informasi dari PSSI kalau segala biaya renovasi stadion untuk tuan rumah Piala Dunia ditanggung daerah. Belakangan, kondisinya berubah. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah ditunjuk untuk bisa mengerjakan perbaikan stadion.

Jika demikian, Pemprov DIJ siap untuk terus memperjuangkan status DIJ sebagai salah satu turan rumah Piala Dunia U-20. “Kami akan fasilitasi, misalnya kesiapan lain seperti hotel, bandara, dan transportasi,’’ tegas Baskara.

Sekretaris Jenderal Asprov PSSI DIJ Armando Pribadi mengungkapkan pihaknya akan memberikan dukungan yang diperlukan agar DIJ bisa menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20. Sebab, ini ranahnya sudah goverment to government. “Kami dari Asprov PSSI DIJ akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah,’’ jelasnya.

Terbaru, Presiden Joko Widodo sudah menunjuk Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali sebagai ketua Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC). Dengan demikian, segala proses kepanitiaan dan perbaikan stadion nantinya akan diambil alih pemerintah pusat.

Selain itu ada perubahan terkait stadion mana saja yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 tahun depan. Beberapa waktu yang lalu, PSSI melalui sang ketua umum, Mochamad Iriawan mengumumkan ada enam stadion yang sudah disetujui FIFA.

Namun, menurut Menpora, sejauh ini baru empat stadion yang sudah pasti mendapat persetujuan dari FIFA. Empat stadion yang dimaksud adalah Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Manahan (Solo), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar). “Tinggal dua stadion lagi yang baru yang sambil dikerjakan sambil menunggu keputusan FIFA. PSSI diminta segera komunikasi dengan FIFA untuk memutuskan,” ujar Menpora Zainuddin. Ini berarti ada peluang bagi Stadion Mandala Krida dan Stadion Pakansari untuk masuk lagi menjadi venue Piala Dunia U-20. (kur)