RADAR JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo terus menjalankan tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) 2020. Lembaga tersebut melakukan verifikasi faktual dokumen dukungan bakal pasangan calon (bapaslon) Slamet Riyanto-Suyanto.

Mereka maju lewat jalur independen. Verifikasi dilaksanakan mulai 27 Juni lalu.

Ada 44 dokumen yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan secara langsung oleh petugas pemungutan suara (PPS) di tingkat desa.

“Verifikasi faktual ini merupakan tahapan pemenuhan persyaratan bapaslon jalur perseorangan. Kita jadwalkan akan selesai 10 Juli,” kata Ketua KPU Kabupaten Purworejo Dulrokhim Kamis (2/7).

Dijelaskan, dalam kegiatan verifikasi faktual tersebut diterjunkan 876 verifikator. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah. Petugas akan melakukan penyesuaian jumlah nama yang dilakukan verifikasi.

“Sangat mungkin melibatkan peneliti atau verifikator tambahan. Ini dilakukan jika dengan PPS yang ada tidak mungkin melakukan verifikasi sesuai jadwal yang ada karena banyaknya nama yang harus didatangi,” jelas Dulrokhim.

Menurutnya, petugas akan mengunjungi satu persatu nama yang diajukan oleh bapaslon Slamet-Suyanto sebagai syarat maju melalui jalur perseorangan. Dia optimistus verifikasi selesai sesuai jadwal yang ditentukan.”Total yang dilakukan verfak (verifikasi faktual) itu ada 44.897 nama yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Purworejo,” tegasnya.

Sebelum KPU sudah mengundang bapaslon. Mereka diberitahukan terkait rencana petugas melakkan pengecekan secara langsung ke lapangan. “Jadi, dua hari sebelum tim turun, bapaslon diundang terlebih dahulu ke KPU,” ungkap Dulrokhim.

Selain itu, KPU mengkomunikasikan pelaksanaan verifikasi faktual dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo. Tujuannya untuk menyamakan persepsi saat terjun di lapangan.

Komisioner KPU Kabupaten Purworejo Divisi Pemantauan, Pemungutan, Pemungutan Suara, Data, dan Informasi Widya Astuti menambahkan, total 44.897 nama dukungan untuk Slamet-Suyanto yan tersebar di 488 desa atau kelurahan. Tercatat ada enam desa di mana tidak ada warganya yang memberikan dukungan dalam berkas yang diserahkan pasangan tersebut.

“Dukungan terbesar ada di Desa Maron, Kecamatan Loano, dan Desa Redin, Kecamatan Gebang,” kata Widya. (udi/amd)